

inNalar.com – Perang antara Israel dengan Hamas di Gaza telah memasuki hari ke-18.
Akibat dari konflik antara Israel dengan Hamas di Gaza telah mengorbankan 5.000 orang dan kebanyakan warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak.
Serangan udara Israel terus menggempur Gaza tanpa ampun dan terdapat puluhan ribu korban luka.
Sepanjang senin malam dan selasa dini hari telah menewaskan sedikitnya 140 orang di Jalur Gaza.
Pengeboman Israel di Khan Younnis juga melukai 80 orang. Sementara itu serangan udara juga meledakkan pompa bensin di Khan Younis.
Akibat serangan udara di Khan Younis terdapat korban jiwa sedikitnya 14 orang.
Adapun serangan udara Israel juga menyasar Tel al-Hawa di Gaza yang menewaskan jurnalis Palestina Roshidi Sarraj.
Sejauh ini, terdapat 23 jurnalis yang tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Israel.
Akibat dari konflik ini, Rumah Sakit Indonesia di Gaza beroperasi dalam gelap.
Hal tersebut dikarenakan pemutusan aliran listrik dan akses bahan bakar yang diterapkan Israel ke Gaza.
Saat ini, Rumah Sakit Indonesia di Gaza telah merawat ratusan korban dan harus beroperasi dalam kegelapan.
Pada Selasa, 24 Oktober 2023, rumah sakit tersebut mengalami pemadaman listrik besar-besaran.
Bahkan, di saat keadaan gelap para petugas medis terus merawat korban konflik yang hingga hari ke-18 terus berlangsung.
Sebelum pemadaman ini, Israel melancarkan serangan yang berdampak ke 3 rumah sakit yang ada di Gaza.
Tiga rumah sakit yang terdampak dari bombardir Israel ini RS Al-Shifa, RS Al Quds, dan RS Indonesia.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi