Update Kasus Penculikan dan Penganiayaan oleh Terduga Oknum TNI dan Paspampres: Ada Keterlibatan Warga Sipil!

inNalar.com – Baru-baru ini, masyarakat Indonesia di kagetkan oleh adanya kasus penculikan dan penganiayaan hingga mengakibatkan kematian yang dilakukan oleh terduga oknum TNI dan anggota paspampres.

Kasus ini bermula ditemukannya korban yang telah diketahui bekerja sebagai penjaga toko kosmetik di Tangerang Selatan meregang nyawa di Sungai Cibogo.

Korban dari kasus penculikan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian ini bernama Imam Masykur.

Imam Masykur diketahui berasal dari aceh yang bekerja di toko kosmetik Tangerang Selatan, Banten.

Baca Juga: Kupas Fakta Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online Yang Jasadnya Ditemukan di Lumajang

Terduga pelaku anggota TNI dan Paspampres diduga menculik dan menyiksa Imam Masykur hingga meregang nyawa.

Sejauh ini, motif dari terduga pelaku anggota TNI dan Paspampres adalah pemerasan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Fauziah – ibu Imam yang sempat di telepon oleh korban untuk dimintai pertolongan pada tanggal 12 Agustus 2013.

Korban menelepon ibunya dan meminta uang tebusan sebesar Rp50 Juta dan saat itu korban telah mengalami penganiayaan.

Satu minggu kemudian, pada tanggal 23 Agustus mayat yang ditemukan pada tanggal 19 Agustus di Sungai Cibogo adalah Imam Masykur.

Baca Juga: Pasangan Suami Istri di Tebet Jadi Korban Penusukan, Salah Satunya Tewas. Siapa Pelakunya?

Hari ini (29/08/2023), pihak dari Pomdam Jaya melakukan konferensi pers mengenai kelanjutan dari kasus ini.

Hamim Tohari mengonfirmasi bahwa setelah dilakukan oleh pengembangan kasus terdapat keterlibatan oknum prajurit TNI dalam kasus ini.

Selain itu, Hamim juga menyebutkan bahwa sejauh ini terdapat temuan bahwa adanya keterlibatan warga sipil.

Saat ini, warga sipil yang diduga terlibat dalam kasus penculikan, pemerasan, dan kematian mengakibatkan kematian ini sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Hamim menyampaikan untuk masalah peranan warga sipil tersebut dalam keterlibatan kasus ini saat ini masih dalam proses di Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Siapakah Sosok Ratu Narkoba di Aceh yang Berhasil Ditangkap BNN: Total Bukti Sampai 129 kg?

Tak hanya itu, saat ini pihak dari Pomdam Jaya masih terus melakukan penyidikan yang mungkin nantinya akan ditemukan alat bukti baru atau keterangan dari saksi-saksi yang diperiksa yang masih belum bisa disampaikan sekarang ini.***

 

Rekomendasi