UPDATE! Israel Menyatakan akan Izinkan 20 Truk Bantuan Memasuki Gaza Melalui Jalur Mesir

inNalar.com – Peperangan antara Hamas dan Israel sudah terjadi sejak 7 Oktober 2023 lalu, saat Hamas mulai meluncurkan serangan ke Israel.

Pihak Israel menanggapi hal tersebut dengan memblokade seluruh Jalur Gaza melakukan serangan melalui jalur udara, yang telah menewaskan sebanyak 2,778 orang, menurut data kesehatan terakhir.

Bahkan pada Selasa kemarin (17/10/23) Israel melakukan pengeboman ke Rumah Sakit Arab al-Ahli yang ada di Jalur Gaza menewaskan 500 orang termasuk anak-anak di dalamnya.

Baca Juga: Aksi Saling Tuduh Antara Israel-Palestina Terus Berlanjut, IDF: Hamas Sengaja Menyesatkan Media Internasional

Pemblokadean yang dilakukan Israel yakni dengan menutup segala kebutuhan yang diperlukan oleh pihak Gaza, termasuk memotong air, listrik, dan makanan untuk lebih dari 100 orang serta satu juta anak karena separuh penduduk Gaza adalah anak-anak.

Dilansir inNalar.com dari CBC News, pada Rabu 18 Oktober 2023 Presiden AS Joe Biden mengatakan akan mengizinkan Mesir mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Lalu Israel memberi suara jika pihaknya tidak akan mencegah bantuan memasuki Gaza melalui Mesir, menyusul pengepungan selama berhari-hari yang melumpuhkan wilayah Palestina dan telah memutus pasokan penting.

Baca Juga: Sebanyak 500 Orang Tewas dalam Ledakan di Rumah Sakit di Kota Gaza, Hamas dan Israel Saling Menyalahkan

Keputusan ini dibuat berdasar pada permintaan dari Presiden Biden, yang mengunjungi Israel pada hari Rabu (18/10/23).

Pengumuman untuk mengizinkan air, makanan, dan pasokan lainnya terjadi ketika kemarahan atas ledakan Selasa malam di Rumah Sakit al-Ahli menyebar ke seluruh dunia.

Atas peristiwa ledakan tersebut membuat ratusan korban luka dilarikan ke rumah sakit lain yang hampir kehabisan persediaan dan bahan bakar generator.

Baca Juga: Israel Didesak Gunakan Bom Nuklir Demi Habisi Hamas, Palestina Bisa Langsung Hancur Lebur!

Selain itu para dokter beberapa kali harus terpaksai melakukan operasi di lantai, tanpa anestesi.

Tetapi, bantuan dari Mesir yang terdiri dari 20 truk berisi bantuan kemanusiaan hanya boleh berupa makanan, air dan obat-obatan untuk warga sipil di selatan Gaza.

Selain itu pasokan akan diperbolehkan selama tidak sampai ke Hamas, yang menguasai Gaza, Israel tidak mengizinkan bantuan masuk ke Gaza melalui perbatasannya selama Hamas masih menyandera.

Tidak jelas kapan bantuan yang sangat dibutuhkan tersebut akan memasuki wilayah Gaza melalui penyeberangan Rafah, yang merupakan satu-satunya jalur resmi antara Mesir dan Gaza.

Pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah ledakan mematikan di sebuah rumah sakit di Gaza yang menurut para pejabat di wilayah yang dikuasai Hamas telah menewaskan sedikitnya 500 orang.

Namun hingga kini Israel masih menolak tegas atas tanggung jawab dari peristiwa ledakan tersebut.

Israel mengatakan bahwa data militer AS membuatnya menyimpulkan bahwa yang menyebabkan ledakan tersebut adalah roket Palestina sendiri yang gagal, bukan serangan udara Israel.***

 

Rekomendasi