

inNalar.com – Militer Israel bergerak lebih jauh ke Selatan pada Selasa, 5 Desember 2023.
Militer Israel memperluas wilayah penyerangannya ke arah selatan setelah pada awalnya menyerukan evakuasi lebih banyak ke bagian Selatan.
Diketahui bahwa terdapat sekitar 2 juta orang bergerak dari Utara ke Selatan karena seruan Israel.
Kementerian kesehatan di Gaza menyampaikan bahwa korban tewas di sana mencapai lebih dari 16.000 jiwa sejak serangan yang dilancarkan oleh Israel pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Reaksi Sultan Hamengku Buwono X Usai Ade Armando Sebut Yogyakarta Manifestasi Dinasti Politik
Sebanyak 70 persen dari korban tewas merupakan perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, terdapat lebih dari 41.000 orang terluka akibat serangan Israel.
Israel mengatakan pihaknya menargetkan operasi Hamas dan menyalahkan para militan yang menjadi korban sipil.
Israel juga menuduh para militan Hamas beroperasi di lingkungan pemukiman sipil.
Baca Juga: Capai Rp30 Juta Per Bulan, Segini Tukin ASN di Lingkungan Kementerian Perhubungan
Diketahui bahwa sebelumnya sempat terjadi gencatan senjata selama 7 hari antara Hamas dan Israel
Gencatan senjata sementara tersebut diikuti dengan pembebasan sandera dan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Amerika Serikat, Qatar dan Mesir, yang memediasi gencatan senjata sebelumnya, mengatakan mereka sedang mengupayakan gencatan senjata yang lebih lama.
Namun, harapan untuk gencatan senjata sementara memudar setelah Israel memanggil pulang para perundingnya pada akhir pekan.
Hamas mengatakan pembicaraan mengenai pembebasan lebih banyak sandera yang ditangkap oleh militan pada 7 Oktober harus dikaitkan dengan gencatan senjata permanen.
Hingga pada akhirnya Israel kembali membombardir Gaza dan sedikitnya terdapat ratusan jiwa yang tewas akibat serangan yang dilakukan Israel pada waktu setelah gencatan senjata berakhir.
Kemudian, kini Israel malah memperluas daerah penyerangannya ke Gaza Selatan tempat dimana jutaan warga Gaza berdesakan untuk mengungsi akibat seruannya di awal perang.***