

inNalar.com – Serangan udara Israel telah menghancurkan Gaza ketika para menteri memerintahkan untuk pengepungan total.
Sayap bersenjata Hamas mengatakan pada Senin malam bahwa mereka akan mulai mengeksekusi tawanan warga sipil Israel.
Hal tersebut akan dilakukan Hamas untuk setiap pemboman baru Israel terhadap rumah-rumah sipil tanpa peringatan sebelumnya.
Baca Juga: UPDATE: Hamas Tumbangkan 2 Komandan Militer Elit Israel dan Perang Terus Berlanjut
Juru bicara Brigade Al-Qassam menyatakan bahwa setiap penargetan warga kami di rumah mereka tanpa peringatan sebelumnya akan berakibat eksekusi salah satu sandera.
Hamas juga akan memposting bukti eksekusi sandera dalam bentuk video online.
Diketahui sebelumnya bahwa kelompok ini telah menculik sedikitnya lebih dari 100 orang termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia.
Baca Juga: Israel Kocar-kacir Hadapi Hamas, Merengek Minta Amunisi Tambahan ke Amerika untuk Serang Palestina
Obaida mengatakan bahwa Hamas telah bertindak sesuai dengan instruksi Islam dengan menjaga keamanan tawanan Israel.
Ia menyalahkan tindakan tersebut karena Israel meningkatkan pengeboman dan pembunuhan warga sipil.
Israel melakukan pengeboman di dalam rumah mereka melalui serangan udara tanpa peringatan.
Baca Juga: Berikut Daftar Negara yang Dukung Hamas di Perang Israel vs Palestina, Didominasi Timur Tengah!
Hingga kini, Gaza telah hancur akibat serangan udara sejak hari Sabtu lalu.
IDF mengklaim telah mencapai 500 sasaran pada hari minggu malam saja.
Kamp pengungsi Jabalia yang berpenduduk padat termasuk di antara yang diserang pada Senin pagi.
Serangan pada Senin pagi tersebut dengan laporan awal menunjukkan puluhan korban jiwa.
Selain itu, pada Senin malam memerintahkan pengepungan total terhadap Gaza
Israel juga memutus aliran listrik, bahan bakar dan makanan untuk 2,3 juta penduduk jalur Gaza.***