

inNalar.com – Sejak serangan Hamas pada Sabtu dini hari, perang Israel-Paletina masih berlanjut hingga saat ini.
Serangan balasan dari Israel ke Palestina tak kalah besar dari serangan dadakan Hamas sebelumnya.
2 Komandan Militer Elit Israel tewas terbunuh oleh pasukan Hamas dalam peristiwa bentrok dengan Palestina tersebut.
Baca Juga: Israel Kocar-kacir Hadapi Hamas, Merengek Minta Amunisi Tambahan ke Amerika untuk Serang Palestina
Hingga saat ini korban dari kedua belah pihak semakin bertambah seiring dengan perang yang terus berlanjut.
2 Komandan Militer Elit Israel, Kolonel Jonathan Steinberg dan Kolonel Roi Levy menjadi salah satu korban yang tewas.
Kolonel Jonathan Steinberg adalah Komandan dari Brigade Infanteri Nahal. Dia tewas pada hari Sabtu di dekat perbatasan Jalur Gaza.
Baca Juga: Berikut Daftar Negara yang Dukung Hamas di Perang Israel vs Palestina, Didominasi Timur Tengah!
Sedangkan Kolonel Roi Levy adalah kepala pasukan elit multidimensi yang dikenal sebagai “Ghost”. Dia tewas pada hari yang sama dengan Kolonel Jonathan.
Kedua komandan tersebut disebut sebagai yang paling senior di antara korban-korban militer lainnya.
Terbunuhnya 2 perwira tinggi pasukan elit Israel tidak menghentikan terjadinya perang yang seakan kian memanas.
Israel terus melakukan serangan balasan terhadap Palestina. Diketahui, kedua belah pihak tetap terus menyerang satu sama lain.
Selain 2 komandan militer elit tersebut, hingga saat ini, dilansir dari The Times of Israel, Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) telah melaporkan total ada 85 orang tentara yang tewas akibat perang.
Sebelumnya IDF merilis 44 nama tentara yang tewas, dilanjutkan dengan 21 nama, lalu 8 nama, dan perkembangan terakhir bertambah 12 nama.
Sehingga total korban tewas dari tentara Israel saat ini telah mencapai 85 orang anggota militer.
Sedangkan untuk korban non militer, dilansir melalui Reuters dan The Times of Israel, telah mencapai lebih dari 2 ribu orang tewas akibat konflik ini.
Jumlah tersebut merupakan total dari 1100 warga Palestina dan lebih dari 900 orang Israel. Perang ini jelas merugikan masyarakat biasa dari kedua belah pihak.***