

inNalar.com – Pejabat Hamas menyatakan bahwa kelompoknya akan bekerja sama dengan mediator untuk membebaskan semua sandera sipil.
Namun, pernyataan tersebut keluar ketika Israel mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk meningkatkan serangan di Gaza.
Diketahui bahwa pada hari Jum’at, 20 Oktober 2023 Hamas membebaskan warga Amerika Serikat.
Dua sandera warga Amerika Serikat yang dibebaskan oleh Hamas tersebut bernama Judith Raanan dan putrinya Natalie.
Hamas membebaskan kedua sandera warga Amerika Serikat karena alasan kemanusiaan dalam perjanjian dengan Qatar.
Pembebasan tersebut mendorong dibukanya perbatasan Mesir-Gaza pada hari Sabtu, 21 Oktober.
Terdapat 20 truk pembawa bantuan untuk warga Palestina menyeberang ke jalur tersebut.
Adapun lebih dari 200 truk yang menunggu di dekat perbatasan dan 20 di antaranya yang berhasil masuk.
20 truk yang menyeberang ke Gaza tersebut membawa makanan, air, dan obat-obatan yang sangat penting dan dibutuhkan.
Bantuan tersebut sangatlah penting mengingat pengepungan total yang dilakukan Israel terhadap Gaza.
Pengepungan tersebut terjadi setelah serangan lintas batas di Israel selatan pada 7 Oktober oleh Hamas.
Hal tersebut telah menyebabkan 2,3 juta penduduk Gaza kehabisan makanan, air, obat-obatan dan bahan bakar.
Pengumuman pejabat Hamas yang mengusahakan pembebasan sandera muncul ketika serangan udara menargetkan kamp pengungsi Nuseirat di jalur Gaza pda sabtu, 21 Oktober 2023 malam hari.
Akibat serangan udara di kamp pengungsi Nuseirat di jalur Gaza tujuh orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Juru bicara Israel mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk mengintensifkan serangan mulai Sabtu, 21 Oktober sebagai persiapan untuk tahap perang berikutnya.
Pada minggu, 22 Oktober 2023 pagi, pesawat milik Israel menyerang sebuah kompleks di bawah sebuah masjid di Tepi barat yang diduduki.
Akibat serangan di bawah sebuah masjid di Tepi Barat yang mereka duduki setidaknya satu orang tewas.
Israel menyatakan bahwa kompleks di bawah Masjid al-Ansar, di kamp pengungsu Jenin merupakan milik agen Hamas dan Jihad Islam.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi