UPDATE: 130 Orang Disandera Pejuang Hamas di Gaza, Palestina, Ada Kalangan Warga Sipil dan Tentara Israel

inNalar.com – Beberapa hari ini masyarakat dunia digegerkan dengan permasalahan antara Israel dan Palestina.

Hingga kini beredar kabar militan Hamas telah melarikan diri kembali ke Gaza bersama puluhan tawanan menyusul serangan teror kelompok tersebut.

Sebelumnya terjadi serangan teror kelompok Israel yang menewaskan sedikitnya 700 warga Israel.

Baca Juga: UPDATE! Israel Luncurkan Serangan Balasan Usai Dibombardir Hamas, Total Kematian Mencapai 1.100 Jiwa

Kemudian, diikuti oleh kematian 400 warga Palestina setelah serangan balasan oleh pasukan Israel.

Seorang pejabat senior dari Hamas menerangkan bahwa kelompok tersebut menahan lebih dari 100 orang.

Tahanan yang ditahanan oleh kelompok tersebut merupakan tentara dan warga sipil.

Baca Juga: Update: Korban Bom Israel di Palestina Capai 400 Orang, Hamas Terlibat Baku Tembak di Wilayah Perbatasan

Bersumber dari video dan beberapa saksi, diketahui bahwa para tawanan tersebut antara lain perempuan, anak-anak, dan lansia.

Beberapa dari mereka ditarik melalui pos pemeriksaan keamanan atau dibawa ke Gaza.

Jihad Islam yang merupakan kelompok paramiliter Palestina lainnya mengatakan mereka menahan lebih dari 30 warga israel.

Baca Juga: BREAKING NEWS, Israel Serang Masjid Al Qarbi di Kem Al Shati, Gaza

Pemimpin kelompok tersebut mengatakan bahwa para tawanan tidak akan dipulangkan sampai semua tahanan kelompok kmereka dibebaskan.

Selain itu, beberapa orang ditawan ketika militan Hamas menyerang festival musik Supernova.

Festival musik tersebut berlokasi di Israel selatan dan dari kejadian tersebut menewaskan 260 orang.

Militer Israel mengatakan bahwa mereka telah kembali menguasai sebagian besar titik infiltrasi di sepanjang penghalang keamanan.

Mereka juga membunuh ratusan penyerang dan menahan puluhan lainnya.

Beberapa negara asing telah melaporkan bahwa warga negaranya tewas, diculik, atau hilang dalam pertempuran tersebut.

Negara-negara tersebut diantaranaya, Inggris, Perancis, Jerman, Irlandia, Meksiko, dan lainnya.***

 

Rekomendasi