

inNalar.com – PT United Tractors Tbk mengungkap alokasi belanja modal perusahaannya teruntuk deretan agenda yang akan dilakukan pada sepanjang 2024.
Dari alokasi capital expenditure (capex) sebesar Rp1,8 triliun, UNTR diketahui bakal fokuskan lini bisnisnya pada usaha pertambangan emas yang ada di Sumatera Utara dan Sumbawa.
Bisa dibilang, capex tahun ini nominalnya turun jauh dari tahun 2023 yang besarannya mencapai Rp18,06 triliun.
Apabila pada kuartal IV tahun sebelumnya perusahaan kebutuhan sarpras pertambangan ini berfokus pada pembelian alat berat.
Maka sepanjang tahun ini pihak perseroan akan berfokus pada dua hal besar, yakni eksplorasi site emas dan upgrade fasilitas pertambangan.
Pada awal tahun ini, PT United Tractors Tbk dikabarkan akan mulai mengoperasikan tambang emasnya melalui entitas usahanya, yaitu PT Sumbawa Jutaraya.
Optimalisasi kapasitas produksi pada area konsesinya itu dilakukan secara bertahap, yakni untuk saat ini baru sebesar 40.000 troy ounce per tahun.
Seiring berjalannya waktu, harapannya pada tahun 2025, kapasitas produksinya dapat ajeg di 65.000 troy ounce per tahun, setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.
Begitu pula dengan Site ‘harta karun’ UNTR di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara yang dioperasikan oleh PT Agincourt Resources.
Tercatat dalam Laporan Keuangan UNTR per Kuartal III Tahun 2023, Tambang Emas Martabe ini berhasil memproduksi emas hingga 147 ribu ons.
Tren produksinya tampak menurun sebesar 32 persen, karena di periode sebelumnya bisa sampai 216 ribu ons.
Alhasil pendapatan yang berasal dari segmen usaha emas anjlok dari Rp5,8 triliun menyusut hingga Rp4,3 triliun.
Baca Juga: Rampung 2021, Bendungan Rp63 Miliar di Kalimantan Timur Malah Mangkrak dan Tak Beroperasi, Mengapa?
Dengan adanya eksplorasi yang diagendakan PT United Tractors Tbk ini, harapannya produksi emas bakal semakin terkerek naik.
Meski produksi menyusut, UNTR tetap mematok target produksi emas di sepanjang 2024 bisa menembus 235.000 troy ons dalam setahun.
Perlu diketahui, aset tetap properti pertambangan perusahaan ini sendiri tersimpan sebanyak Rp11,03 triliun.
Total aset secara keseluruhan pun mencapai Rp153 triliun, cukup menanjak dari periode sebelumnya yang sebesar Rp140 miliar.
Adapun pendapatan bersih UNTR selama sembilan bulan terakhir ini mencapai Rp97 triliun.
Beban pokok pendapatannya pun ikut gemuk, yakni mencapai Rp71,92 triliun. Ditambah lagi dengan sederetan beban biaya lainnya hingga mengurangi cuan perusahaan.
Dengan demikian, laba periode berjalan yang berhasil dibukukan oleh PT United Tractors sebesar Rp16,44 triliun.
Sebagai informasi tambahan, perusahaan pertambangan ini tercatat pula rambatkan penjualan ke ruang lingkup dalam negeri dengan dominasi pendapatannya mencapai Rp70,53 triliun.
Sementara untuk pasokan ke luar negeri berhasil sumbang pendapatan perusahaan hingga Rp27,06 triliun.***