

InNalar.com – Melansir dari Buku Biografi dari pada Soeharto, menuliskan bahwa Serangan Umum 1 Maret menjadi ajang yang tepat bagi Soeharto untuk unjuk keterampilan.
Soeharto menjadi seorang pelaksana lapangan yang ditunjuk karena pandai melakukan manuver militer.
Soeharto yang terlibat langsung dengan Serangan Umum 1 Maret ini mengungkap rahasia-rahasianya.
Soeharto mengungkapkan rahasia kejadian sebelum Serangan Umum 1 Maret.
Dia menjelaskan sebelumnya Indonesia menang atas Belanda dalam perundingan Linggarjati.
Perjanjian itu memberikan kekuatan-kekuatan Belanda dalam kota-kota yang membuat Belanda mengingkari janjinya.
Lalu dilaksanakan kembali perjanjian yang dikenal dengan perundingan Renville.
Isi perjanjian Renville dimana Belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatra sebagai bagian wilayah Republik Indonesia.
Pemerintah Indonesia pada saat itu pun sudah mencium bau serangan ini.
Baca Juga: 7 Faktor Ini Paling Banyak Sebabkan Perceraian di Provinsi Jawa Tengah, Nomor 6 Tidak Disangka!
Soeharto mengatakan bahwa pemerintah pada saat itu tau kalo Belanda tidak akan diam saja dan menerima perjanjian tersebut.
Namun, pada saat itu pemerintah belum mengetahui kapan Belanda akan melakukan penyerangan.
Oleh karena itu, setelah selesainya perlawanan PKI di Madiun yang memang terjadi di waktu berdekatan. Pimpinan angkatan perang melakukan penguatan.
Satuan-satuan resimen dan divisi dibentuk disempurnakan menjadi brigadir tempur.
Tidak hanya itu, Siliwangi pun juga dibentuk untuk menjadi brigadir tempur.
Seluruh brigadir tersebut dikumpulkan di Malang dan itulah brigade-brigade yang membantu perlawan SU 1 Maret. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi