Uniknya Tradisi Pernikahan di Kalimantan Barat, Selain Mahar Harus Berikan Pantun Juga?

inNalar.com – Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku dan budaya, tentu memiliki tradisi uniknya masing-masing.

Begitu pula dengan tradisi pernikahan yang terjadi pada suku Dayak, Pontianak Kalimantan Barat.

Karena terdapat tradisi pernikahan yang cukup unik di Pontianak Kalimantan Barat, yang akan dilakukan selama melakukan acara pernikahan.

Baca Juga: Berdiri Sejak Tahun 1925, Pelabuhan Tersibuk se-Jawa Timur Ini Pernah Dilabuhi Kapal Pesiar Titanic?

Adapun tradisi pernikahan yang dilakukan di Pontianak Kalimantan Barat itu adalah upacara adat arakan pengantin.

Bahkan selama melakukan upacara pernikahan arakan pengantin, akan ada pantun-pantun yang diberikan oleh calon mempelai wanitanya loh.

Tidak hanya itu, tradisi Arakan Pengantin Melayu Pontianak ini juga telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di tahun 2017 kemarin.

Baca Juga: Mempunyai Tinggi 100 Meter, Bendungan Terbesar di Jawa Timur Ini Telan Biaya Pembangunan Rp 14 Miliar

Berikut upacara yang akan dilakukan dalam melakukan tradisi Arakan Pengantin di Pontianak, Kalimantan Barat.

Pertama, sang mempelai pria akan berjalan kaki seraya diarak ke rumah mempelai wanita.

Selain itu, perjalanan tersebut juga diiringi oleh musik tanjidor atau tar, bersamaan dengan shalawat Nabi dan doa.

Baca Juga: Keren! Penduduk di Pulau Terujung Sulawesi Utara ini Punya Keunikan Tersendiri, Jadi Gudangnya Poliglot?

Nantinya, mempelai wanita akan menyambut kedatangan sang mempelai pria dengan serangkaian pantun.

Meskipun biasanya juga akan ada sambutan lain yang berupa tari jepin ataupun pertunjukan silat dalam menyambut sang mempelai pria.

Selama sang mempelai pria diarak, tentu calon pengantin baru ini tidak hanya berjalan membawa tangan kosong.

Karena ada pula Barang hantaran yang ikut dibawa selama dalam perjalanan menuju ke rumah mempelai wanita.

Adapun barang hantaran yang dibawa yaitu seperti beberapa pohon kurma/kembang manggar, pohon (pokok telur), pohon pacar, tempat sirih, jebah dalam bentuk wadah rumah jebah, seperangkat pakaian dalam wanita, seperangkat alat solat, 1 set seprai, handuk, selimut, seperangkat alat make up, sepatu dan tas, uang mahar, serta 1 set perhiasan yang dikemas dengan menarik.

Akan tetapi, perhiasan yang diberikan haruslah dikemas dalam kempu durian atau bokor.

Menariknya, saat sang mempelai pria tiba beserta dengan barang hantarannya, nantinya pihak keluarga mempelai wanita akan memberikan rangkaian pantun dalam menyambut kedatangan sang mempelai pria.

Nah itulah ulasan dari upacara adat arakan pengantin di Pontianak Kalimantan Barat. Setelah membaca penjelasan di atas, Tidak terbayang bukan bagaimana ramainya upacara adat pengantin di daerah seribu sungai?***

Rekomendasi