Uniknya Desa Tanpa Daratan di Kalimantan Timur, Berternak Kerbau Rawa di Atas Air yang Hanya Ada di Indonesia

inNalar.com – Melintang merupakan sebuah danau yang terletak di daerah aliran sungai Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Danau melintang merupakan sebuah danau yang memiliki luas mencapai 11.000 hektar dengan menyuguhkan keindahan alam desa terapung tanpa adanya daratan.

Tak hanya menjadi sebuah perhatian dari Muara Enggelam, tetapi aktivitas peternakan kerbau rawa di sekitar danau juga mencuri perhatian banyak orang.

Baca Juga: Jadi Bupati Terkaya di Jawa Tengah, Fadia A Rafiq Miliki Harta Kekayaan Hampir Capai Rp100 M

Bisa dibilang jika peternakan kerbau Rawa yang terdapat di salah satu desa Kalimantan Timur merupakan yang paling unik dan hanya ada di Indonesia.

Aktivitas beternak kerbau rawa ini telah berlangsung cukup lama di Kalimantan yakni kegiatan ini telah dilakukan pada abad ke-14 Masehi.

Kerbau rawa merupakan salah satu hewan endemik Kalimantan yang memiliki ciri fisik sedikit pendek dengan tanduk melengkung serta lebar yang kerap disebut sebagai Kerbau Kalang atau Kerbau Amuntai.

Baca Juga: Sudah Ada Sejak Zaman Purba, Ternyata Agama Pertama Sebelum Hindu-Budha di Pulau Jawa Bukan Kejawen, Tapi…

Seekor kerbau rawa dewasa dapat memiliki bobot mencapai 300 sampai 600 kg dengan kemampuan yang sangat menarik yakni fasih dalam berenang.

Dilansir inNalar.com dari Youtube Jelajah Bumi, Kerbau rawa ini juga lebih menyukai daerah-daerah yang berair atau rawa-rawa luas.

Hingga saat ini terdapat beberapa tempat di Kalimantan yang membudidayakan kerbau rawa dan daerah sekitar danau melintang di Kecamatan Muara wis Kutai Kartanegara adalah salah satunya.

Baca Juga: Aset Propertinya Fantastis! Harta Kekayaan Sosok Pejabat di Kalimantan Timur Ini Tembus Miliaran Tanpa Hutang?

Di daerah ini terdapat kelompok petani yang berternak ratusan kerbau yang berada di sekitar danau.

Air di danau Melintang ini pun pasang, hingga memaksa para peternak untuk membangun kandang kerbau yang tingginya mencapai 8 meter dari dasar Lumpur.

Kandang kerbau tersebut terbuat dari kayu yang berada di atas air dan mampu menampung ratusan kerbau dengan berbagai ukuran dan juga umur.

Dalam satu kandang dapat menggembalakan ternak mencapai angka 400-an ekor kerbau jumlah ini merupakan angka yang sangat fantastis untuk ukuran sebuah peternakan tradisional.

Kerbau ini dilepas pada pagi hari dan akan kembali pulang menempati kandang di sore hari pada pagi hari ratusan kerbau turun dari kandang dengan dipandu peternak.

Para peternak yang tergabung dalam satu kelompok ini saling berjibaku untuk mengatur barisan kerbau yang antri keluar kandang.

Ada pula yang bersiap dengan perahunya di sisi kandang menunggu anggota kelompok ternak lainnya membuka kandang beberapa perahu ini juga yang nantinya mengawal kerbau menuju padang rumput sebagai sumber pakan.

Nantinya para kerbau ini akan berenang perlahan menyeberangi Danau yang luas.

Sementara para penggembala mendampinginya di setiap sisi dengan Mendayung Perahu tak jarang pura para peternak turun ikut terjun ke danau untuk mengiringi kerbau sambil berenang.

Setelah sampai di lokasi, Padang rumput yang sebenarnya merupakan sebuah Padang rumput yang berada di dalam genangan air bukan sebuah Padang rumput yang biasa ditemukan di daratan luas.

Pada permukaan air yang lebih rendah yang merupakan padang rumput inilah bagi kerbau kerbau tersebut mencari makan.

Padang rumput yang digunakan untuk mencari pakan kerbau-kerbau tersebut akan selalu berbeda-beda setiap harinya tergantung dari banyaknya rumputan yang tersedia di setiap lokasinya namun tetap pada satu sisi Danau Melintang.***

Rekomendasi