

inNalar.com – Seperti daerah-daerah lainnya, Kalimantan Utara merupakan provinsi yang kaya akan budaya dan adat istiadatnya.
Salah satunya mengenai rumah adat, di Kalimantan Utara juga terdapat rumah adat yang unik dan khas.
Rumah adat Kalimantan Utara tersebut biasanya disebut dengan rumah Baloy.
Baca Juga: Memiliki Kedalaman Air 14 Meter, Kalimantan Utara Akan Punya Pelabuhan Barang Baru di Sungai Ini
Rumah Baloy sendiri merupakan rumah adat dari suku Tidung, salah satu suku yang menghuni Provinsi Kalimantan Utara.
Berbeda dengan suku Dayak, suku Tidung mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia.
Kembali lagi ke rumah Baloy, rumah adat ini dibangun berdasarkan bentuk pengembangan secara arsitektur dari rumah adat Lamin.
Rumah adat Baloy ini berbentuk seperti rumah panggung yang terbuat dari kayu Ulin.
Kayu Ulin merupakan kayu yang cukup populer di Kalimantan Utara yang dikenal dengan kekuatannya.
Umumnya, rumah adat Baloy ini dibangun menghadap ke arah utara dengan pintu utama menghadap ke selatan.
Di bagian sekeliling rumah adat ini terdapat ukiran dan motif yang menggambarkan kehidupan laut pada bagian atap rumah dan bagian risplang.
Hal tersebut bermakna untuk menggambarkan kehidupan dan mata pencaharian masyarakat Tidung sebagian besar merupakan Nelayan.
Pada bagian dinding rumah Baloy juga terdapat ukiran-ukiran yang menggambarkan kearifan lokal di daerah pesisir, seperti ukiran berbentuk flora dan fauna.
Selain itu, dibagian dalam warna emas mendominasi perabotan-perabotan yang ada di dalam rumah Baloy ini.
Uniknya, di rumah Baloy ini terdapat garasi yang digunakan untuk kapal, penasaran dibagian mananya?
Baca Juga: Karena Lahan Persawahan Terbatas, Ternyata Begini Cara Kalimantan Utara Tingkatkan Produksi Padi
Jawabannya adalah di bagian kolong rumah Baloy dimana kapal-kapal tersebut digunakan para nelayan untuk bekerja.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi