

inNalar.com – Baru-baru ini tepatnya pada Sabtu 21 Oktober lalu warga adat Sunu lakukan ritual unik di puncak Gunung Sunu, tepatnya di hadapan patung presiden Jokowi.
Warga adat berduyun-duyun menaiki gunung Sunu untuk melakuan ritual yang cukup unik dan belum pernah dilaksanakan sebelumnya.
Baca Juga: Warga Desa Sunu NTT Lakukan Ritual Ini di Depan Patung Presiden Jokowi, Ada yang Menarik Perhatian!
Sejak pagi warga dan para tetua adat desa Sunu mulai berkumpul untuk melakukan pemanjatan doa dan harapan secara bersama di hadapan patung Presiden.
Hal itu dilakukan untuk mengharapkan kondisi kestabilan Negara Republik Indonesia agar aman dan tentram ketika menjelang pilpres 2024 nanti.
Mereka melakukan ritual di hadapan patung Presiden Jokowi karena menganggap Jokowi merupakan sosok yang istimewa.
“Presiden Jokowi merupakan sosok yang istimewa, bapak seluruh bangsa, bapak pembangunan bagi Indonesia,” ucap Nithaniel Benu selaku kepala adat warga Sunu.
Dilansir antaranews.com Nithaniel mengungkapkan bahwa mereka melakukan ritual tersebut dikarenakan mereka resah terhadap kondisi politik nasional yang sedang terjadi.
Menjelang pemilihan presiden di tahun 2024 nanti, banyak yang mulai menjatuhkan Jokowi. Terlebih apa yang sudah dilakukan secara baik, tidak rusak akibat isu politik dinasti yang menyerang Presiden Jokowi saat ini.
Menurut Nithaniel Benu pada masa akhir periode Presiden Jokowi terdapat potensi yang menyebabkan negarawan (Jokowi) rusak akibat pencalonan putra sulung Presiden, Gibran Rakabuming menjadi calon wakil presiden.
Dengan kondisi tersebut para warga adat berharap bahwa Jokowi mampu menjaga persatuan dan kesatuan stabilitas politik Indonesia serta keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Berdasarkan warga adat Sunu, mereka semua berharap bahwa Presiden Jokowi akan diberikan kekuatan untuk terus menjaga bangsa Indonesia.
“Harapan kami jelas, sesuai dengan apa yang diritualkan bahwa doa yang kami panjatkan di depan Patung Presiden Jokowi sama dengan kehadiran kami bertemu dengan beliau secara langsung,” ujar Nithaniel.
Karena menurut Nithaniel Benu Jokowi merupakan orang yang baik, jangan sampai dirusak hanya gara-gara ada pihak yang menginginkan putra sulungnya menjadi calon wakil presiden.
Menurut Benu, Gibran bukanlah sosok yang buruk, namun masih memiliki jalan yang panjang, jangan dipaksa terlebih dahulu untuk mendampingi sebagai wakil presiden.
“Biarkanlah Gibran berproses dahulu agar siap dalam memimpin Indonesia ke depannya,” tutur Benu.
Kepala Adat desa Sunu itu mengatakan biarkanlah Gibran matang oleh proses yang dilalui, matang secara alami, baik dalam memimpin masyarakat serta menjalankan roda pemerintahan.
Ritual yang dilakukan di hadapan patung Presiden Jokowi tersebut dilakukan dengan tarian Bonet dengan mengitari patung Jokowi, lalu dilanjutkan dengan Natoni.***