Unik dan Aneh! Dusun Manusia Kepiting di Indonesia dengan Warga Berjari Tiga, Kutukan?

inNalar-Dusun Ulutaue berada di kecamatan mare, bone sulawesi selatan mempunyai fenomena unik yang membedakannya dengan dusun lain. Dusun ini dikenal dengan dusunnya manusia kepiting.

Penamaan dusunnya manusia kepiting ini disebabkan oleh sebagian besar penduduknya memiliki keanehan dalam bentuk jari-jarinya, bentuk jari mereka hanya ada 3 dan terbelah menjadi dua yang terlihat seperti capit kepiting. Fenomena ini terjadi dari anak-anak hingga orang berusia lanjut.

Banyak mitos yang tersebar tentang penyebab terjadinya fenomena manusia kepiting ini, salah satunya ialah kutukan terhadap garis keturunan yang masih terus berlanjut hingga saat ini.

 Baca Juga: Terkuak! Potongan Tubuh Penghianat Kerajaan Mataram Islam Tercecer di Balik Tangga Makam Yogyakarta

Melihat sebagian besar pekerjaan mereka sebagai nelayan yang tidak memiliki banyak materi, kekurangan gizi dicurigai juga menjadi salah satu penyebab fenomena ini terjadi. 

Tetapi secara ilmiah fenomena ini diduga menderita penyakit genetik yang disebut dengan Lobster Claw Syndrom yang biasa disebabkan oleh faktor genetik dan mutasi kromosom 7. 

Mutasi kromosom 7 ini bisa juga menjadi penyebab munculnya berbagi masalah kesehatan. Tetapi sayangnya hingga kini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan masalah ini selain menggunakan kaki dan tangan palsu. 

Baca Juga: Gempar di Jawa Timur, Istana Megah di Dalam Sungai Blitar Berhasil Ditemukan Pria Ini

Kurangnya perhatian dari pemerintah setempat terhadap kehidupan dan kesehatan masyarakat dusun ulutaue menjadi salah hal sangat mengecewakan. 

Akses jalan menuju dusun ini sangat sulit karena harus melewati jalan-jalan yang belum teraspal. Hal ini juga menjadi dusun ulutaue sulit untuk perkembang. 

Akibat kelainan yang dimiliki oleh warga dusun ulutaue mereka memutuskan untuk menjauhkan diri dengan mengasikan diri ke tempat terpencil sehingga mereka cukup terisolir dengan lingkungan luar. 

Baca Juga: Nyaris Mustahil tapi Nyata, Desa di Bali Ini Mayoritas Penduduknya Bisu Sampai 7 Turunan, Apa Penyebabnya?

Dengan kekurangan yang mereka miliki, tidak pernah ada keluhan yang keluar dari mulut mereka. Manusia pada umumnya yang penyuai jari lengkap saja sering kali mengeluh, tetapi tidak dengan mereka.

Perkejaan yang biasa mereka kerjakan ialah sebagai nelayan. Bekerja sebagai nelayan dengan hanya memiliki 3 jari adalah hal yang luar biasa. 

Tuhan menciptakan manusia berbeda beda satu sama lain, hal ini menjadi tugas kita manusia untuk saling membantu dan menghormati satu sama lain.

Fenomena ini perlu diperhatikan oleh pemerintah. Perlu adanya sosialisasi dan perhatian lebih dari pemerintah bagi masyarakat dusun agar tidak perlu mengasingkan diri dari dunia luar. Perlu juga perhatian pemerintah dengan memberikan bantuan-bantuan untuk mereka dalam hidup sehari-hari.  (***Gebriel Hemas)

 

Rekomendasi