Umumkan ‘Kepung Total’, Israel Sabotase Gaza Palestina Jadi Kota Mati, Update Terbaru 1500 Orang Tewas

inNalar.com – Konflik yang mulai memanas dipicu serangan roket Hamas pada sabtu lalu menjadikan kemelut berkepanjangan bagi Israel dan Palestina.

Dalam serangan yang berujung kematian warga sipil, baik Israel maupun Palestina. Pemerintah Israel umumkan ‘kepung total’ atau sabotase wilayah Gaza.

Pasokan air, makanan, dan listrik mulai diputuskan oleh pemerintah Israel ketika Hamas memberikan ancaman terhadap Israel.

Baca Juga: Jessica Miliki Kepribadian Ganda, Profesor Eddy Hiariej Ungkap Kebohongannya Tak Bisa Dideteksi, Psikopat?

Ancaman yang untuk membunuh sandera sipil Israel dilontarkan Hamas ketika Israel terus melakukan pengeboman tanpa peringatan terus dilakukan di wilayah Gaza.

Diketahui militan Hamas Palestina telah membawa kurang lebih sekitar 100 orang dalam sebuah serangan kejutan Hamas pada sabtu lalu.

Menurut Media Israel jumlah korban yang terjadi akibat serangan Hamas hingga senin lalu (9/10) telah meningkat mencapai 900 orang.

Baca Juga: Punya Kekuatan Emosional Tinggi, Tiga Zodiak Ini Bisa Bikin Kalian Nyaman dan Dilindungi!

Media Israel juga mengabarkan bahwa serangan kejutan Hamas tersebut menjadi hari paling mematikan di Israel.

Padahal pada konflik sebelumnya kematian yang tercatat sampai ribuan terjadi di Gaza menimpa warga Palestina.

Hasil dari serangan roket Hamas ditanggapi langsung oleh Israel dengan memberikan serangan darat, laut, dan udara serta menewaskan sekitar 700 orang warga palestina yang terdapat di Gaza, dikonfirmasi oleh petugas medis.

Baca Juga: Punya Daya Pikat Saat Malam, Terowongan Mistis Belanda di Bogor Jawa Barat Ini Diburu Warga Lokal karena Ada..

Dari update berita terbaru, melansir dari Reuters, dan The Guardian kelompok Hizbullah dari Lebanon turut bergabung dalam serangan yang terjadi.

Kejadian berjarak sekitar 120 mil dari Gaza pasukan Israel tengah melawan orang-orang bersenjata yang menyeberang dari Lebanon.

Ditakutkan oleh pemerintah Israel bahwa akan ada front kedua dari Lebanon yang melakukan perlawanan terhadap Israel.

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengharapkan oposisi pemerintah saat ini untuk turut serta bergabung dalam bentuk Solidaritas terhadap Israel.

Benyamin mengatakan bahwa ‘serangan yang baru saja dimulai’ untuk menciptakan rasa solidaritas antar warga Israel, bagi pejabat publik maupun warga.

Pidato yang disampaikan Benyamin dalam media televisi Israel mengatakan untuk menghabiskan semua teroris yang masih ada dalam bumi Israel.

“Kita akan melakukan apa yang tidak pernah dirasakan oleh musuh kita hingga ke generasi berikutnya,” ujar Benyamin selaku perdana Menteri Israel.

Secara resmi pada senin malam sewaktu Benyamin pidato tersebut telah membunyikan genderang perang terhadap pasukan Hamas dan menghabisinya hingga ke akar.

Israel pun memanggil 300.000 tentara cadangan yang difungsikan sebagai penjagaan apabila pasukan Hamas datang dari jalur darat.

Sementara itu, pasukan Israel kebingungan karena menghadapi kondisi yang belum dibayangkan. Berperang di tengah perkotaan.

Namun, sandera yang dibawa oleh pasukan Hamas kemungkinan besar disembunyikan dalam terowongan dan jalur bawah tanah.***

Rekomendasi