Ulasan Film Merindu Cahaya de Amstel, Cinta Berarti Menerima

inNalar.com – Merindu Cahaya de Amstel masih bisa kamu tonton di bioskop terdekat. Film layar lebar yang dibintangi oleh Amanda Rawles, Bryan Domani, Oki Setiana Dewi, dan Rachel Amanda. Film ini menyuguhkan kisah cinta bernuansa Islam yang berlatar di Belanda dan banyak menyoroti sungai de Amstel.

Saat menonton Film ini kamu akan diberikan gambaran tentang bagaimana perkuliahan di luar negeri atau Belanda secara khusus. Pahit manis menjadi seorang mahasiswi Indonesia di Belanda akan diceritakan melalui kisah Rachel Amanda yang berperan sebagai Kamala. Kehidupan sehari-hari sebagai seorang mahasiswi, pertemanan, keseharian dengan bersepeda, akan digambarkan di sini.

Membawa kisah bernuansa Islami, Merindu Cahaya de Amstel menggadang Ustadzah Oki Setiana Dewi sebagai salah satu pemeran utama. Ustadzah Oki yang kerap mengisi pengajian di berbagai masjid, kini tampil kembali dengan berdakwah melalui film layar lebar. Ustadzah Oki Setiana Dewi memegang peran penting dalam kisah hidup Khadija Veenhoven yang diperankan oleh Amanda Rawles yang juga sebagai pemeran utama.

Baca Juga: Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala, Novel yang Recomendded untuk Kalian
 
Kecantikan Amanda Rawles ketika memerankan Khadija semakin memancar. Dengan balutan hijab yang selalu senada dengan mantel dan celananya, Amanda sangat pantas berperan sebagai Khadija. Senyumnya yang selalu mengembang, dengan set mata keabu-abuan, mantel dalam keseharian, Amanda sangat cocok berperan sebagai seorang gadis Belanda yang memutuskan untuk menjadi seorang mualaf. Ia dikenal sebagai gadis pintar, ramah, dan tertutup, serta memilih untuk tidak terlalu dekat atau bersentuhan dengan laki-laki. Namun siapa sangka, perjalanan hidupnya yang kelam lah yang menempahnya menjadi Khadija yang demikian tertutup. Ia pernah menjalani hidup yang bebas sampai suatu hari sebuah kenyataan pahit menamparnya. Hal itu membuatnya depresi lalu akhirnya ia dipertemukan dengan Ustadzah Oki Setiana Dewi.

Film ini juga menyoroti kehidupan Nicholas Van Dijk, seorang fotografer yang diperankan oleh Bryan Domani. Pria yang akrab disapa Nico ini tidak sengaja memotret Khadija yang terlihat bercahaya di sekitaran sungai de Amstel, dari sanalah cerita panjang mereka dimulai. Nico kemudian banyak terlibat dengan Khdija lalu menyukainya, namun mereka terlibat cinta segitiga dengan Kamala si gadis dari Indonesia. Perasaan mereka bertiga benar-benar diuji. Ditambah lagi dua tokoh utama perempuan Khadija dan Kamala adalah sepasang sahabat yang kerap saling menceritakan perasaan satu sama lain. Membuat kisah mereka semakin rumit.

Baca Juga: Bentuk Dukungan Untuk Hari Kanker Sedunia 2022, Kamu dan Organisasi Bisa Lakukan Aktivitas-Aktivitas ini Loh !

Film ini memberikan kita makna cinta yang berarti menerima. Nico sebagai orang yang dipercaya Khadija untuk mempublikasikan kisah kelam masa lalunya. Ia harus memutuskan sendiri apakah ia sebagai lelaki yang mencintai Khadija mampu menerima kisah kelam itu. Sebagai tokoh non Islam yang kemudian memutuskan untuk memeluk Islam, ia juga bertugas mencari tahu makna lebih dalam Islam sebelum memutuskan untuk memeluknya. Dari sisi Khadija, ia berusaha untuk menerima bahwa ia akan bahagia jika sahabatnya Kamala berbahagia dengan Nico yang dicintainya. Di sisi lain, Kamala sebagai seorang seorang sahabat pada akhirnya bisa menerima, bahkan ia juga bahagia dengan melihat Nico bahagia dengan wanita pujaannya, Khadija, sahabatnya sendiri.

Merindu Cahaya de Amstel, kisah tentang penerimaan.***

Rekomendasi