

inNalar.com – Indonesia memiliki 7 presiden yang pernah menjadi pemimpin negara ini, salah satunya ialah Presiden Soeharto.
Sebuah video pernah direkam pada saat Presiden Soeharto masih memimpin Indonesia, dirinya menggelar temu wicara dalam hal memperingati Hari Anak Nasional di Istana pada tanggal 13 Juli 1994.
Video yang dipublikasikan tersebut pun sempat viral kembali saat seorang anak yang bernama Hamli asal Sulawesi Tengah ini menanyakan perihal mengapa presiden di Indonesia hanya ada satu.
Baca Juga: Buntut Perang Israel – Hamas, Negara-Negara Muslim Adakan Demonstrasi Pro-Palestina Pada Hari Jumat
“Nama saya Hamli berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Bangka, saya mau tanya mengapa Presiden di Indonesia cuma satu, padahal Indonesia sangat luas?” tanyanya.
Pertanyaan tersebut pun sontak membuat seluruh orang di acara tersebut bahkan Presiden Soeharto tertawa kencang, lalu Soeharto pun menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang panjang lebar.
“Presiden itu memang hanya satu yang mempunyai tugas untuk memimpin negara dan juga bangsa, kalau sampai dua puluh tiga nanti tidak bisa berjalan dengan baik, banyak pemimpin maka akan menyebabkan negara menjadi rusak,” ujarnya
Dilansir inNalar.com dari youtube President Files, setelah jawabannya tersebut Soeharto pun bertanya kembali pada anak tersebut sambil tertawa. “Kenapa kamu tanya begitu? Siapa yang suruh?”
Banyak yang menduga-duga jika pertanyaan anak kecil tersebut membuat Soeharto murka, dan banyak juga yang penasaran bagaimana keadaan anak yang berasal dari Sulawesi Tengah tersebut.
Pada kenyataannya anak tersebut saat ini dalam kondisi baik dan tidak diculik seperti pada dugaan kebanyakan orang, seorang anak tersebut kini sudah menjadi bapak dari ketiga anaknya.
Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto merupakan Presiden kedua Indonesia yang pernah menjabat sejak tahun 1967 sampai dengan 1998 menggantikan Presiden pertama yakni Soekarno.
Secara kancah internasional terutama bagi dunia barat Soeharto dijuluki sebagai “The Smiling General” karena raut wajahnya yang selalu tersenyum dan menunjukkan sikap keramahan.
Namun dengan banyaknya kontroversi yang terjadi pada masa kekuasaannya ia juga disebut sebagai penguasa otoriter, bagi mereka yang tidak sepemahaman dengan dirinya.
Selama masa kepemimpinan nya yang begitu lama, yaki selama 32 tahun, Soeharto akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998.
Mengingat kerusuhan yang tidak mungkin terlupa pada Mei 1998 dan terjadinya pendudukan gedung DPR/MPR yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa. ***