

inNalar.com – Simak ucapan duka Bambang Pamungkas untuk Tragedi Kanjuruhan yang menelan banyak korban jiwa.
Sebagai mantan pesepakbola Bambang Pamungkas sering juga bermain untuk laga – laga derby dengan tensi tinggi khususnya saat membela Persija.
Mendengar Tragedi Kanjuruhan ini, Bambang Pamungkas turut berikan ucapan duka melalui akun instagram resminya @bepe20.
Bambang Pamungkas merasa Tragedi Kanjuruhan ini membuat kelayakan negara ini dalam menghadirkan sepak bola cukup dipertanyakan.
Dikutip inNalar.com dari akun instagram @bepe20, legenda sepak bola nasional ini menuliskan caption dengan judul “Indonesia Tanpa Sepak Bola?”
Selanjutnya Bambang Pamungkas ungkap arti ucapan belasungkawa yang saat ini ramai dikumandangkan untuk korban Tragedi Kanjuruhan.
“Menuliskan kata-kata bijak, ucapan belasungkawa, serta rasa empati di media sosial adalah hal yang mudah. Effort kecil yang sudah cukup untuk membuat kita “terlihat” peduli dengan sepak bola Indonesia,” tulis Bepe.
Lebih lanjut Bambang Pamungkas menjelaskan arti peduli yang sebenarnya untuk rasakan duka Tragedi Kanjuruhan ini.
“Bagian tersulitnya, apakah nyawa demi nyawa yang telah melayang ini memiliki arti, dan membuat kita semua sadar. Bahwa sepak bola Indonesia tengah berada di bibir jurang, sehingga harus segera berbenah dan memperbaiki diri ?” tulis Bepe.
Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 2 SD Halaman 95 96 Buku Tematik Subtema 3 Pembelajaran 3
Selain itu Bambang Pamungkas menuliskan filosofi tentang makna rivalitas yang sesungguhnya di dalam sepak bola.
“Terlepas dari segala rivalitas dan apapun hasil yang terjadi di dalam lapangan, kami selalu mengawali dan mengakhirinya dengan pelukan dan jabat tangan,” tulis Bepe.
Isi filosofi tersebut membuatnya bangga menjadi atlet dan berharap makna filosofi ini bisa dipahami seluruh pecinta sepak bola.
“Semoga filosofi ini dapat dirasakan, dipahami, dan juga ditularkan kepada seluruh environment sepak bola Indonesia, utamanya para suporter,” tulis Bepe.
Di samping itu, Bambang Pamungkas ungkap keresahannya terhadap masa depan sepak bola di Indonesia.
“Jika tidak, maka “bukan tidak mustahil” pada suatu titik kita mungkin harus menerima kenyataan, melihat Indonesia tanpa sepak bola,” tulis Bepe.
Baca Juga: Ramalan Weton Jawa Hari Ini, Senin Pahing 3 Oktober 2022: Benarkah Akan Super Hoki dan Beruntung?
Di akhir caption yang ditulis, Bambang Pamungkas turut memberikan doa untuk semua korban Tragedi Kanjuruhan.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas tragedi yang terjadi di Kanjuruhan. Doa terbaik untuk seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan,” tulis Bepe.
Tragedi Kanjuruhan ini harus membuka mata semua elemen yang terlibat dalam tata kelola olahraga di Indonesia. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi