UAS Dideportasi, Ditjen Imigrasi Indonesia Tidak Bisa Mengintervensi Kebijakan Singapura

 
inNalar.com – Pihak Imigrasi Singapura medeportasi Ustaz Abdul Somad (UAS) bersama enam orang lainya yang ingin berkunjung ke Negara Singa tersebut.
 
Berdasarkan konfirmasi dari pihak Direktorat Jendral (Ditjen) Imigrasi Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI, pihaknya menyatakan tidak ada masalah keimigrasian pada peristiwa yang menimpa UAS dan teman-temanya.
 
Pihak Ditjen Imigrasi Indonesia tidak bisa mengintervensi terkait penyebab otoritas Imigrasi Singapura mendeportasi UAS bersama enam orang yang mendampinginya karena itu merupakan peraturan dari Singapura.
 
 
Dilansir inNalar.com dari laman berita antaranews.com bahwa Achmad Noer Saleh selaku Subkordinator Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan “tidak ada masalah dalam paspor mereka bertujuh, dari Imigrasi Indonesia sudah sesuai ketentuan.”
 
Hal yang lazim dilakukan oleh pihak Imigrasi dari suatu negara untuk menjaga kedaulatan negara tersebut, jika menolak masuk warga Negara asing.
 
Dalam caption akun Instagram UAS dideportasi oleh pihak imigrasi Singapura dan UAS ditahan di dalam ruangan sempit yang berukuran 1×2 meter.
 
 
“UAS di ruang 1×2 meter seperti penjara diimigrasi, sebelum diseportasi di Singapura.” kata UAS.
 
UAS bersama enam orang tersebut setelah dideportasi berangkat dari Pelabuhan Tanah Merah Singapur berlayar dengan Kapal Majestic Pride dan mereka tiba pukul 18.10 WIB.
 
Keenam orang lain tersebut berinisial SAM, SQA, AMA, FA, HN, SN, dan ASB.
 
 
Achmad mengatakan, pada Senin, 16 Mei kedatangan ke tujuh Orang Indonesia yand ditolak masuk ke Singapura tersebut melalui pemeriksaan di tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Pelabuhan Internasional Batam Center.
 
Pada kesempatan itu ketujuh orang tersebut langsung berlayar kembali ke Indonesia dan tiba di TPI Batam Center sekitar pukul 18.00 WIB.
 
Oleh Otoritas Imigrasi dan Pemeriksaan Singapura menolak kedatangan UAS dengan rombonganya berdasarkan alasan karena tidak memiliki kelengkapan syarat untuk berkunjung ke Singapura.***

Rekomendasi