Tuntas Dibayar, Pompa Booster PDAM Kalimantan Utara Diduga Terbengkalai, Bagaimana Kabarnya Sekarang?

inNalar.com – Pemerintah Kalimantan Utara membangun pompa booster untuk menyalurkan air bersih kepada warganya.

Pembangunan itu dilakukan karena banyak warga Kalimantan Utara, terutama Bulungan, masih sulit dijangkau oleh PDAM.

Namun, bangunan power booster yang dibangun di Tanjung Selor sejak tahun 2014 tersebut rupanya malah terbengkalai.

Dilansir inNalar.com dari kaltara.bpk.go.id, pompa booster yang digunakan untuk mengaliri air di Sungai Kayan tidak difungsikan dengan benar.

Pembangunan bangunan tersebut dipelopori oleh PUPR Bulungan, kemudian dikelola oleh pihak PDAM.

Baca Juga: Luasnya 30,000 Ha, Proyek Kawasan Industri Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Kalimantan Utara, Anggarannya…

Tidak diketahui berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk membangun fasilitas PDAM ini, namun pemerintah telah mengklaim sudah tuntas dibayar.

Meski pembangunan telah selesai, sayangnya pompa booster di Kalimantan Utara tersebut tidak kunjung difungsikan dengan benar.

Pompa booster yang harusnya difungsikan untuk mengairi masyarakat rupanya juga terkendala oleh pendangkalan Sungai Buaya.

Selain pompa booster, pihak PDAM juga membangun Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) yang berlokasi di dekat pompa booster.

Dengan adanya IPA, bangunan itu dapat digunakan untuk mengolah air yang berasal dari kualitas air baku.

IPA besutan PDAM Danum Benuanta tersebut juga menghentikan produksi air bersih untuk sementara karena pendangkalan Sungai Buaya.

Akibat penghentian ini, beberapa daerah di Kalimantan Utara tidak mendapatkan pasokan air bersih, termasuk Kampung Arab di Bulungan.

Baca Juga: Menjulang Setinggi 12 Meter, Wisata Tugu Kalimantan Utara Berlokasi di Lahan Lapas, Berani Mengunjungi?

Pihak PDAM akhirnya memutuskan untuk melakukan antisipasi jangka panjang dengan memindahkan lokasi intake.

Karena pendangkalan di Sungai Buaya, PDAM Bulungan menggunakan Sungai Kayan untuk mengantisipasi musibah yang sama.

Pemindahan lokasi ini memerlukan setidaknya pipa transmisi dengan panjang 2 kilometer untuk dipasang.

Dengan begitu, power booster ini akan dapat difungsikan pada tahun 2024 bersamaan dengan IPA dari Sungai Kayan.*** 

Baca Juga: Luasnya 16,6 Hektar, Lahan Lapas di Kalimantan Utara Disulap Jadi Tempat Wisata, Pertama di Indonesia?

Rekomendasi