

inNalar.com – Seorang bocah berusia 5 tahun di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mendapatkan kekerasan dari orang terdekatnya sendiri.
Peristiwa mengerikan ini menimpa bocah 5 tahun pada Rabu (4/10/23) lalu.
Aksi kejam kepada bocah 5 tahun ini dilakukan oleh tante atau adik ipar dari ayahnya sendiri.
Baca Juga: Viral! Video Perlihatkan Cetakan Kaos Prabowo-Gibran, Pertanda Resmi Duet Menuju Ajang Pilpres 2024?
Korban disetrika oleh tantenya hanya karena menghabiskan rambutan di rumahnya.
Akibat kejadian tersebut, bocah berinisial RS tersebut mengalami luka bakar hingga 30%. Adapun letaknya di bagian dada, punggung, dan juga kakinya.
RS sendiri tinggal bersama dengan pelaku sejak ayahnya sudah meninggal dunia.
Baca Juga: Bocah 8 Tahun Asal Israel Kritis Usai Terkena Roket yang Diluncurkan dari Gaza
Melansir dari akun Instagram @luarbioskop, ibu dari bocah kecil ini juga sudah menghilang entah ke mana.
Kejadian memilukan ini sendiri terjadi ketika pelaku pulang dari ladang kemudian mendapati makanan yang sudah habis.
Setelah itu, kekerasan mulai dilakukan kepada RS setelah menganiaya korban menggunakan sapu lidi.
Tidak hanya terdapat luka bakar, korban juga mengalami trauma pasca penganiayaan yang diterima.
Peristiwa ini sendiri diketahui usai tetangga pelaku melapor ke polsek setempat.
Tetangga tersebut mendengar suara tangisan dari RS yang tidak kunjung berhenti.
Tante korban yang berinisial SM (53) mengaku emosi dan khilaf atas tindakan yang dilakukan tersebut.
Saat sedang menyetrika baju, pelaku langsung spontan menganiaya keponakannya memakai setrika panas ini.
Seketika korban langsung menjerit kesakitan dan menangis hingga akhirnya ada tetangga yang mendengar.
Saat ini sendiri tante korban sudah ditangkap oleh Polresta Simalungun, Sumatera Utara serta akan mendapatkan pasal Undang-undang tentang Perlindungan Anak.
Sedangkan korban sudah mendapatkan perawatan intensif pada salah satu rumah sakit di Pematang Siantar, Sumatera Utara sejak Kamis (5/10/23) sore harinya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi