

inNalar.com – Proyek pembangunan kereta api Makassar-Parepare dengan total keseluruhan hampir sepanjang 158 km sudah selesai hingga 110 km.
Bagian atau rute yang sudah selesai sepanjang 110 km di Sulawesi Selatan tersebut adalah kereta api Maros-Barru.
Kereta api Makassar-Parepare lintas Maros-Barru di Sulawesi Selatan ini merupakan bagian dari kereta api Trans Sulawesi.
Menyambut kehadiran kereta api Maros-Barru, masyarakat Sulawesi Selatan merasa sangat bahagia dan tidak sabar menikmati manfaat dari infrastruktur tersebut.
Jalur kereta api Makassar-Parepare yang terbentang hampir 158 km ini bagian lintas utamanya mencapai 142 km.
Sedangkan jalur sepanjang 15,7 km yang menjadi bagian dari rel kereta api pertama Sulawesi Selatan ini adalah siding track.
Siding track sepanjang 15,7 km tersebut menghubungkan kereta api di Sulawesi Selatan dengan wilayah Pabrik Semen Tonasa hingga Pelabuhan Garongkong.
Kereta api Maros-Barru di Sulawesi Selatan ini telah dibangun sejak tahun 2015 hingga tahun 2022, terhitung selama 7 tahun.
Kereta api yang terhubung dengan pabrik semen di Sulawesi Selatan tersebut telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Maret 2023 kemarin.
Sebelumnya, kereta api pertama di Sulawesi Selatan ini sudah dilakukan proses uji coba pada akhir tahun 2022.
Proyek pembangunan yang baru saja diresmikan pengoperasiannya oleh Jokowi ini dibangun dengan anggaran dana yang fantastis.
Biaya untuk membangun kereta api pertama di Sulawesi Selatan ini berasal dari berbagai sumber dan mencapai nilai Rp 9,2 triliun.
Kereta api yang akan menghubungkan Kota Makassar dengan Parepare di Sulawesi Selatan ini akan memangkas waktu tempuh dari 3 jam menjadi 1,5 jam saja.
Dengan begitu, akses antar daerah di Provinsi Sulawesi Selatan tentunya akan menjadi lebih mudah dan lebih singkat.
Hal tersebut menjadi salah satu manfaat yang dapat dirasakan oleh warga Sulawesi Selatan. Kereta api kini hadir di Pulau Sulawesi, tidak hanya ada di Pulau Jawa.***