

InNalar.com – Kegiatan pembangunan yang terletak di Kutai Katanegara atau disingkat dengan sebutan Kukar Kalimantan Timur memiliki sebuah persoalan.
Diketahui pembangunan yang memiliki permasalahan di Kukar Kalimantan Timur ini menyimpang dan tidak sesuai dengan standar sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Akibat ketidaksesuaian dengan standar yang telah ditetapkan, pembangunan embung yang memiliki nilai anggaran tidak kecil ini mengalami kerugian.
Pembangunan yang dilakukan di Kukar Kalimantan Timur merupakan pembangunan embung yang memiliki fungsi sebagai pengairan.
Pembangunan embung di Kalimantan Timur memiliki tujuan untuk kesejahteraan masyarakat yang bertempat di tinggal di Kukar.
Embung memiliki peran penting untuk pengairan lahan padi milik para petani yang ada di Kukar, ketika musim kemarau para petani tentunya membutuhkan pengairan untuk lahan padi.
Pengairan lahan padi yang tidak terkendala juga berdampak pada hasil panen para petani Kukar Kalimantan Selatan yang meningkat.
Tidak hanya digunakan untuk pengairan lahan padi saja tetapi juga pengairan untuk lahan jagung dan juga sayur.
Nominal kerugian negara akibat pembangunan yang tak sesuai dengan standar ketentuan di Kalimantan Timur ini sebesar Rp1,6 miliar.
Baca Juga: Lionel Messi Mendadak Jualan Cilok, Resmi Pensiun dari Sepakbola?
Total anggaran yang dihabiskan untuk pembangunan embung yang berada di Kukar Kalimantan Timur ini sebanyak Rp8 miliar.
Diketahui bahwa pembangunan embung yang terletak di Kukar Kalimantan Timur ini terindikasi adanya kecurigaan mengenai anggaran yang digunakan tidak sesuai dengan mutu dan kualitas bangunan.
Anggaran yang digunakan untuk pembangunan embung ini disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Baca Juga: Total Nilai Investasi Rp37,19 Triliun, Berikut 10 Kawasan Industri Terbesar di Karawang Jawa Barat
Proyek pembangunan embung yang digunakan untuk pertanian masyarakat ini tidak sesuai dengan standar, sehingga pengecekan pembangunan dilakukan.
Pembangunan embung yang telah terindikasi adanya penyalahgunaan anggaran setelah pembangunan telah selesai dikerjakan.
Namun kualitas bahan yang digunakan tidak sesuai dengan standar anggaran yang menghabiskan total miliaran rupiah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi