

inNalar.com – Satu lagi infrastruktur yang berguna bagi masyarakat adalah waterfront.
Waterfront dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai bagian kota yang berbatasan langsung dengan air.
Pada provinsi Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Kapuas Hulu, akan dibangun sebuah waterfront.
Nama dari waterfront ini adalah Waterfront SILUK Putussibau.
Usulan pembangunan Waterfront SILUK ini pertama kali muncul pada tahun 2022.
Kemudian, pada tahun 2023, usulan tersebut terealisasi dan pembangunannya pun dimulai.
Pembangunan ini ditandai dengan peletakan batu pertama atau ground breaking pada tanggal 5 April 2023 lalu.
Baca Juga: Pengolahan Air Limbah Rp4 Miliar di Kalimantan Barat Tidak Berfungsi: Negara Dibikin Rugi, Ternyata…
Peletakan batu pertama ini dihadiri oleh Bupati Kapus Hulu, Fransiskus Diaan, dan juga Wakil Bupati Kapuas Hulu.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi V DPR RI, Menteri PUPR, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, dan juga ketua beserta anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu.
Dalam pembangunannya, Waterfront SILUK ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 27 miliar.
Sumber dari dana tersebut adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Waterfront SILUK memiliki panjang sekitar 300 meter.
Pembangunan waterfront ini diperkirakan akan selesai hanya dalam satu tahun saja.
Baca Juga: Sudah Direncanakan 20 Tahun Lalu! Bendungan Air di Kalimantan Timur Belum Juga Dibangun, Mengapa?
Oleh karena itu, jika pembangunan selesai dalam satu tahun, maka pada tahun 2024, Waterfront SILUK ini akan bisa dinikmati oleh masyarakat.
Tujuan dari pembangunan Waterfront SILUK ini adalah untuk meningkatkan kualitas pemukiman masyarakat dan juga menjadikan Waterfront SILUK sebagai tempat wisata.
Waterfront SILUK berada di tepian Sungai Kapuas, Putussibau, Kab. Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Nama Waterfront SILUK sebenarnya adalah sebuah singkatan dari Sehat, Indah, Lesatri, Unggul dalam Keberagaman.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi