Tingginya 2329 Mdpl, Suku Tengger di Bromo Jawa Timur Ini Gunakan Bahasa Kuno, Keturunan Majapahit?

InNalar.com – Indonesia merupakan satu negara dengan memiliki banyak suku dan agama yang tersebar di banyak wilayah.

Salah satunya adalah suku Tengger, yang dikatakan merupakan sisa dari keturunan Majapahit.

Masyarakat tersebut diketahui tinggal di dataran sekitar gunung Bromo yang ketinggiannya mencapai 2329 MDPL di Jawa Timur.

Baca Juga: Menyeramkan! Pandai Ilmu Sihir, Ini 5 Fakta Menarik Suku Kajang di Sulawesi Selatan, Apa Makna Pakaian Hitam?

Tepatnya, masyarakat tersebut mendiami di kabupaten Lumajang, Malang, Probolinggo serta di kabupaten Pasuruan.

Ada pula orang-orang menyebutnya dengan orang Tengger, dan memiliki budaya dan adat istiadat yang cukup unik.

Mayoritas beragama Hindu, dikatakan jika mereka merupakan keturunan asli Majapahit, dan masih menjaga adat istiadat mereka masing-masing.

Baca Juga: Anti Mainstream! Tinggi Capai 50 Meter, Rumah Pohon Ala Suku Korowai di Pedalaman Hutan Papua, Mau Naik?

Jadi dapat dikatakan jika orang Tengger di Jawa Timur ini tidak termakan oleh modernisasi.

Disebut dengan Tengger, diketahui nama tersebut berasal dari gabungan dua nama leluhur mereka.

Leluhur tersebut adalah Roro Anteng, dan Joko Seger.

Baca Juga: Luasnya 2 Juta Hektar! Ternyata Tambang Emas Terbesar di Papua Tengah Ini Sempat Usir Suku Amungme di Tahun…

Melansir dari kanal YouTube Larasati Channel, jika akhiran nama tersebut digabungkan maka akan menjadi Tengger.

Tidak termakan oleh modernisasi, diketahui bahasa yang digunakan oleh orang Tengger ini menggunakan bahasa Jawi kuno.

Dipercaya juga jika pada masa Majapahit, interaksi mereka menggunakan bahasa Jawa Kawi Kuno.

Ada pula yang menyebutkan jika bahasa Kawi ini merupakan bahasa yang cukup kuno, sehingga tidak lagi digunakan pada Bahasa Jawa yang sering orang-orang gunakan.

Jadi tidak heran jika suku Tengger di Jawa Timur ini disebut dengan keturunan Majapahit.

Saat berkunjung ke pegunungan, orang-orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan penggunaan sarung yang digunakan ke mana-mana.

Hal ini pun berlaku bagi orang Tengger yang tinggal di daerah Jawa Timur.

Baca Juga: Kebudayaan Unik Suku Mentawai: Motif Dibalik Tato Ternyata Bisa Lambangkan Status Sosial

Namun orang Tengger juga mempercayai jika penggunaan sarung ini juga akan menjaga ucapan dan perilaku mereka.

Mungkin hal ini yang membuat ada perbedaan kepercayaan orang di luar Tengger dan kepercayaan orang Tengger.

Satu hal yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Bromo mungkin adalah upacara adat Kasada atau persembahan.

Upacara ini merupakan persembahan pada Sang Hyang Widhi, sebagai rasa syukur suku Tengger atas karunianya.***

 

Rekomendasi