Tinggi Mencapai 2.853 Mdpl, Gunung Berapi di Bengkulu Menjadi Jalur Terekstrim Bagi Pendaki

inNalar.com – Bengkulu merupakan kota terbesar di pulau Sumatera setelah kota Padang yang memiliki beberapa gunung berapi di dalamnya.

Gunung berapi yang terkenal di Bengkulu adalah Gunung Patah, gunung yang sering menjadi aktivitas pendakian para pendaki.

Gunung Patah merupakan gunung pendakian yang jalur pendakiannya sangat ekstrim serta menjadi rumah bagi tumbuhan langka di Indonesia.

Gunung Patah termasuk kedalam hutan lindung Raje Mendare yang dikelola oleh KPH Kaur, Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu.

Hutan lindung Raje Mendare merupakan kawasan hutan yang memiliki sumber mata air untuk dua provinsi sekaligus yaitu Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Baca Juga: Memiliki Puncak Bercabang Tiga, Inilah Gunung Pendakian di Riau Pemenang Anugerah Pesona Indonesia (API)

Gunung pendakian ini memiliki tiga puncak diantaranya Puncak Bukit Belirang yang memiliki ketinggian 2.550 mdpl, Puncak Kawah yang memiliki ketinggian 2.650 mdpl, dan puncak finalnya yang memiliki ketinggian 2.853 mdpl.

Ketika melakukan pendakian, sebelum masuk ke dalam area hutan jalur pertama yang akan dilewati adalah perkebunan kopi dan sawit.

Hutan yang dilewati tidak begitu sulit karena jalurnya masih cukup terbuka dan masih ada di bawah ketinggian 1.000 mdpl.

Ketika sudah berada di atas ketinggian 1.000 mdpl barulah jalur pendakian terasa sulit karena tumbuhan yang menutupi jalan serta tanjakan ekstrem yang hanya bisa dilewati dengan webbing.

Pada saat perjalanan menuju puncak Gunung Patah akan diperlihatkan tumbuhan unik yang hanya bisa tumbuh pada ketinggian 2.000 mdpl saja, yaitu bunga Rhododendron atau Azalea.

Baca Juga: Sajikan View Indah Berupa Gunung Arjuna, Hotel Klasik di Malang Jawa Timur Ini Telah Berdiri Sejak Tahun 1918

Jika beruntung pendaki juga akan melihat bunga Rafflesia yang merupakan ikon Bengkulu, dan konon di dalam Gunung Patah pernah menjadi tempat tinggal Suku Sindai atau manusia manusia pendek.

Selain tumbuhan, gunung Merapi ini juga memiliki beberapa hewan yang tinggal di sana seperti siamang, owa, rusa, beruang madu, hingga macan tutul.

Ketika sudah sampai di puncak Gunung Patah kita akan langsung dihidangkan dengan pemandangan surga dunia yang tersembunyi yaitu Danau Tumutan Tujuh dan kawah aktif Gunung Patah.

Hal yang perlu diketahui, untuk bisa mencapai puncak Gunung Patah diperlukan sekitar satu minggu ditambah dengan curah hujan yang sangat tinggi dengan durasi hujan mencapai 14 jam.

Pendaki juga wajib dikawal oleh pemandu dari daerah setempat agar bisa terhindar dari tersesatnya di kawasan hutan dan ancaman dari binatang buas.***

Baca Juga: Unik! Di luar Kawasan Cincin Api, Ada Gunung Berapi Terpencil di Dekat Pulau Sulawesi Tengah

 

Rekomendasi