

inNalar.com – Ustadz Abdul Somad membagikan 3 cara agar kita tidak merasa iri dengan rezeki orang lain di kanal YouTube Fodamara TV.
Hati kita sakit melihat tetangga yang baru saja membeli mobil. Dada kita sesak melihat teman yang memakai perhiasan mewah. Ustadz Abdul Somad berkata bahwa itulah tanda seseorang merasa iri.
Kita seringkali merasa iri kepada sesama manusia. Bahkan kita merasa tidak puas dengan rezeki yang kita terima. Karena itulah, kita perlu menyimak petuah dari Ustadz Abdul Somad.
Baca Juga: Cek Fakta: Akhirnya Wanita Selingkuhan Christian Sugiono Muncul ke Publik, Titi Kamal Nangis Kejer
Ustadz Abdul Somad membagikan 3 cara agar kita tidak merasa iri dengan rezeki orang lain. Pertama adalah mendoakan orang yang mendapat rezeki tersebut.
Doakan mereka walau hati kita sesak. Malaikat akan mengamini doa tersebut dan berbalik mendoakan kita dengan doa yang sama.
Cara yang kedua adalah memahami bahwa hal tersebut adalah pembagian Allah. Jika kita tidak setuju dengan pembagian tersebut sama saja kita tidak setuju dengan Allah SWT.
Baca Juga: Kondisi Habib Bahar Usai Ditembak Sebanyak Dua Kali oleh OTK di Bogor, Bikin Bulu Kuduk Merinding!
Sang Kuasa akan marah jika kita tak setuju dengan pembagian-Nya. Sama dengan kita yang membangkang perintah dosen ataupun petuah orang tua.
Kita harus ridho dengan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT seperti doa yang dibacakan oleh Ustadz Abdul Somad berikut.
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا
(Rodhitu billahi robba wabil islami dina)
Artinya: Aku ridha Allah SWT sebagai Tuhanku, dan Islam sebagai agamaku.
Cara yang ketiga adalah dengan menanamkan dalam hati bahwa perasaan iri dapat membuat amal ibadah kita habis. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud berikut.
اِياَّ كُم وَالحَسَدَ فَاِنَّ الْحَسَدَ يَاْ كُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَاْ كُلُ النَّارُ الحَطَبَ
(Iyyakum walhasada fainnal hasada ya’kulu hasanati kama ta’kulu naaral hatoba)
Artinya: ”Jauhkanlah dirimu dari hasad karena sesungguhnya hasud itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu-bakar.” (HR. Abu Dawud). *** (Dayanti)