
inNalar.com – Isu panas Kembali menyelimuti medsos platform TikTok. Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa TikTok resmi dijual.
Sudah ada target pembeli, yang ia spill adalah “Sekelompok orang super kaya raya”.
Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah meningkatnya tekanan pada ByteDance, perusahaan induk platform digital asal Tiongkok, untuk segera melepas operasinya di Amerika Serikat.
Baca Juga: Masjid Nasional IKN Habiskan Rp940 Miliar, Ini Wujudnya yang Mulai Terbentuk
Trump menyebut kesepakatan tersebut akan melibatkan pemisahan total operasinya di AS, serta pembentukan entitas baru berbasis Amerika yang dikendalikan oleh investor lokal.
Sedikit gambaran, telah disebutkan sebelumnya bahwa ada sekelompok orang kaya yang ditengarai sudah bersiap membeli platform Tiongkok ini, nama-namanya akan diumumkan dua minggu ke depan.
Nantinya akan ada kebijakan menyusul mengenai kenaikan tarif tinggi untuk barang-barang impor dari China.
Baca Juga: Juliana Marins, Pendaki Asal Brasil yang Tewas di Gunung Rinjani Dipulangkan Malam Ini
Pada proses pemindahan aset TikTok ke wilayah Amerika, tentu ByteDance sendiri memberikan batas waktu hingga 17 September 2025.
Apabila pemindahan aset gagal, kemungkinan besar aplikasi ini akan diblokir secara penuh dari pasar AS.
Tentu bagi kalangan pengguna platform ini maupun kreator global menjadi hal yang menegangkan sekaligus muncul rasa kekhawatiran karna platform tersebut masih menjadikan mata pencaharian mereka sehari-hari.
Sementara publik juga menantikan siapa next pengganti pemilik TikTok sebenarnya dari penyebutan Trump yang terus digadang-gadang oleh publik.
Sedangkan masa depan aplikasi ini di Amerika sendiri berada di level ketegangan antara bisnis, politik, dan perang digital global.***(Ahmad Nuryogi Ardiansyah)