Tidak Perlu Lambang Pangkat Bintang, Soeharto Hanya Perlu Hal Ini untuk Pimpin Angkatan Perang

inNalar.com – Selama masa kepemimpinannya, Soeharto memiliki tugas dan fungsi khusus sebagai seorang presiden.

Salah satu fungsi dan tugas Soeharto adalah menjadi Panglima Tertinggi Angkatan Perang.

Ternyata, selama kepemimpinannya ia jarang mengenakan atribut lambang pangkat bintang ketika bertugas.

Baca Juga: Saking Kacaunya, Kabinet ‘Chaos’ Amir Syarifuddin Sampai Bikin Soeharto Tidak Berselera ke Politik

Hal tersebut dilakukan karena Soeharto memiliki alasan sendiri.

Soeharto merasa bahwa peran dan fungsinya sebagai presiden tidak semata-mata bergantung pada simbol fisik.

Untuk itu ia memilih untuk tidak menampilkan diri dengan banyak atribut juga tanda kepresidenan seperti lambang pangkat bintangnya.

Baca Juga: Strategi Licik Soeharto di Masa Awal Kepemimpinan Era Orde Baru sebagai Presiden dalam Menyingkirkan Nasution

Soeharto secara konsisten memilih untuk tidak mengenakan banyak simbol dalam busananya.

Walaupun simbol seperti pangkat bintang itu berhubungan dengan jabatannya sebagai presiden dan juga Panglima Tertinggi Angkatan Perang.

Ia juga memiliki pandangan tersendiri mengenai tugas dan fungsi presiden sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang.

Baca Juga: Jauh Berbeda dengan Soekarno, Ternyata Ini Alasan Soeharto Tidak Mau Kenakan Atribut Lengkap

Satu hal yang diperlukan Soeharto sebagai presiden dengan tugas dan fungsi tersebut adalah kemampuannya.

Kemampuannya sebagai seorang presiden untuk mengembang tanggung jawab komando atas Angkatan Perang.

Dan tidak perlu diperlihatkan dari simbol fisik berupa lambang pangkat bintang.

Dengan tidak mengenakan banyak simbol juga atribut kepresidenan, Soeharto ingin menunjukkan bahwa kekuasaannya didasarkan pada kualitas.

Yaitu kualitas kepemimpinannya juga sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang bukan semata-mata pada simbol visual.

Soeharto juga menegaskan bahwa seorang presiden dapat memimpin dan mengkomando Angkatan Perang tanpa perlu mengandalkan lambang tertentu.

Soeharto mengedepankan kualitas kepemimpinannya untuk menjalankan peran dan fungsi tersebut.

Baca Juga: Siasat Licik Soeharto Lengserkan Soekarno Melalui Supersemar, Sebuah Dalih Keamanan Negara

Ia percaya jika Angkatan Perang dapat bersatu dan berintegritas karena adanya kepercayaan dan kualitas kepemimpinan presiden.

Ia juga menganggap bahwa kemampuan untuk memimpin juga mengayomi rakyat lebih penting daripada sekedar tampilan lambang pangkat bintang.

Soeharto juga merasa bahwa presiden bukanlah seorang jenderal jadi presidensi dan kepangkatan militer harus dipisahkan.

Untuk itu, satu alasan lagi mengapa Soeharto tidak memerlukan lambang pangkat bintang dalam memimpin Angkatan Perang.

Sebagai seorang presiden, Soeharto memang memiliki peran dan tugas sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang.

Namun, dalam cara kerjanya, Soeharto lebih memilih untuk berfokus pada kemampuan kepemimpinannya daripada simbol fisik.***

 

Rekomendasi