

inNalar.com – Jika selama ini kehidupan dan rumah-rumah warga berada di daratan, itu mungkin sudah menjadi hal yang biasa.
Karena ada salah satu kampung unik yang terletak di Kalimantan Timur, dengan rata-rata semua rumah warga terletak di atas permukaan air.
Tidak hanya itu, dikatakan sebagai desa Muara Enggelam, yang berada di perairan danau melintang, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur ini melakukan aktifitas sehari-harinya menggunakan perahu kayu.
Berdasarkan dari kanal youtube Kabar Pedia, Desa Muara Enggelam yang unik ini sebenarnya memiliki luas sekitar 11 ribu hektar.
Akan tetapi luas tersebut bukanlah daratan, melainkan hanya perairan. Bahkan nama lain dari daerah ini adalah desa Terapung.
Meskipun begitu, diketahui jumlah penduduk di desa Muara Enggelam Kalimantan Timur ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 747 warga, dengan 178 Kepala Keluarga di tahun 2020.
Baca Juga: Ternyata Ada Amalan Rahasia yang Masih Jarang Diketahui saat Bulan Muharram Selain Santunan Yatim
Dengan kehidupan di atas air, daerah yang disebut juga dengan desa Terapung ini tentu memiliki panorama pemandangan yang sangat indah, walaupun harus menjauh dari kota.
Sadar dari jauhnya jarak dari perkotaan dan cukup terpencil, rata-rata warga setempat desa Muara Enggelam memiliki profesi sebagai nelayan.
Karena desa di atas air ini memiliki sumber air tawar yang melimpah, maka kekayaan alam sekitar merupakan penopang utama kehidupan dari para masyarakat setempat.
Baca Juga: Elon Musk Ubah Logo Twitter, Lambang Burung Biru Diganti Jadi X
Selain itu, bahkan tidak hanya rumah saja. Karena tempat ibadah yang tersedia di desa Terapung ini juga terletak di atas permukaan air.
Tentu dari kebiasaan orang-orang di desa terapung di Kalimantan Timur ini akan menarik perhatian masyarakat lain.
Sedangkan bagi orang-orang yang ingin berkunjung ke desa terapung tentu bisa. Namun tidak ada kendaraan darat yang bisa masuk ke desa ini.
Karena akses menuju Desa Muara Enggelam melalui darat terhalangi oleh aliran dari sungai Mahakam dan Danau.
Tapi tidak perlu khawatir, karena masyarakat sekitar telah menyediakan angkutan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke desa Terapung.
Adapun jalur yang harus dilewati untuk tiba di desa Muara Enggelam, yaitu adalah melalui sejumlah desa di Kecamatan Muara Muntai, selanjutnya menuju ke Desa Muara Enggelam dengan menggunakan perahu ketinting selama kurang lebih 30 menit.
Perlu diperhatikan, meskipun menaiki perahu selama itu para pengunjung dipastikan tidak akan bosan. karena para pengunjung pasti akan terpesona dengan keindahan alam yang diiringi suara burung dari berbagai arah.
Jika para pengunjung berfikiran desa Muara Enggelam cukup terpencil hingga tidak memiliki listrik karena di atas air, maka itu tidak benar.
Karena Saat ini Desa Muara Enggelam telah dialiri pasokan listrik selama 24 jam nonstop, yang diambil dari pembangkit listrik tenaga surya komunal.