Tidak Mau Ketemu Hingga Dilarang Menjenguk, Ternyata Ini Alasan Perang Dingin Soeharto dan BJ Habibie Dulu

 

inNalar.com – BJ Habibie merupakan presiden ketiga Republik Indonesia setelah lengsernya Soeharto pada tahun 1998.

Sudah menjadi rahasia umum mengenai perang dingin antara Soeharto dan Habibie.

Masyarakat banyak yang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa Soeharto terkesan memusuhi Habibie.

Baca Juga: Kerap Disebut Pemimpin Otoriter, Ternyata Presiden Soeharto adalah Sosok yang Bucin dengan Istrinya, Ibu Tien

Kerenggangan antara dua mantan presiden tersebut ternyata tidak hanya berlangsung setahun dua tahun.

Habibie bahkan sempat dilarang untuk menjenguk Soeharto ketika sakit dulu.

Mantan Presiden Republik Indonesia yang pernah menjabat selama 32 tahun itu pun sampai akhir hayatnya tidak mau bertemu dengan Habibie.

Baca Juga: Punya 16 Miliar Dolar, Ternyata Kekayaan Soeharto dari Yayasan Amal, Malah Digunakan untuk Partai Golkar?

Ternyata perang dingin ini bermula bahkan sebelum Habibie dilantik menjadi presiden yang menggantikan Soeharto.

Alasan pertama mengapa Soeharto enggan menemui Mantan Menterinya, Habibie ialah karena merasa ada perubahan sikap.

Soeharto merasa sikap Habibie sudah berubah dari sebelum Soeharto lengser.

Baca Juga: Wow, Soeharto Menjabat Presiden Selama 32 Tahun, Ternyata Ciptakan 2 Partai Ini Hanya untuk Pelengkap Pemilu?

Sebelumnya, Habibie pernah mengatakan jika dirinya tidak siap untuk menjadi presiden.

Namun, setelah ia mengetahui bahwa ada 14 menteri yang mengundurkan diri saat itu ia berubah pikiran.

Habibie mengatakan siap untuk menjadi presiden menggantikan Soeharto.

Kedua, Habibie yang akhirnya dilantik menjadi presiden pada saat itu.

Bapak Teknologi Indonesia ini menyatakan kesanggupannya menjadi presiden.

Pada saat itu pun, Soeharto mengaku ikhlas melepaskan jabatan dan menyerahkannya pada Habibie.

Ketiga, BJ Habibie mengizinkan adanya referendum Timor Timur.

Hal ini tentu membuat Soeharto murka, pasalnya ia adalah sosok dibalik invasi Timor Timur.

Pada era Soeharto lah dimana Timor Timur bergabung ke Indonesia.

Bahwa hal tersebut dapat dilakukan karena operasi militer yang banyak menelan korban jiwa.

Soeharto marah dan terkejut Pada saat Habibie memutuskan referendum untuk Timor Timur.

Baca Juga: Soeharto Jelaskan Indonesia Bangun 9000 KUD Koperasi Unit Desa, 5000 KUD Telah Mandiri?

Terakhir, Soeharto tidak ingin diadu domba, diungkap sendiri oleh Habibie pada salah satu wawancara.

Ia mengatakan jika tindakan Soeharto yang tidak ingin bertemu dirinya adalah langkah pencegahan adu domba dari pihak tertentu.

Meskipun perang dingin antara keduanya pernah berlangsung, Habibie mengaku bahwa Soeharto adalah orang yang bijaksana.

Habibie juga mengatakan bahwa Soeharto mengetahui kondisi di lapangan sehingga perlu perhitungan dalam bertindak.

Perang dingin antara kedua Mantan Presiden Republik Indonesia tersebut kini telah berakhir, sayangnya baik Soeharto dan Habibie tidak sempat bertemu bahkan hingga akhir hayatnya.***

Rekomendasi