

inNalar.com – Saat ini, tahta kerajaan industri film dunia diduduki salah satunya oleh Bollywood.
Namun siapa sangka, disamping menawarkan hiburan dengan drama musikalnya, industri film yang berbasis di India ini pernah menjadi alat diplomasi.
Bollywood sendiri merupakan ‘wadah’ untuk memproduksi film-film menggunakan bahasa Hindi.
Baca Juga: Meninggal Dunia, Ini Dia Profil Hilman Hariwijaya Pencipta Serial Lupus
Industri ini berpusat di Mumbai atau Bombay, Maharashtra, India.
Nama “Bollywood” yang dianggap berasal dari gabungan antara “Bombay” dan “Hollywood” ini awalnya menuai kontroversi.
Istilah “Bollywood” dianggap sebagai bentuk ejekan yang menyindir bahwa film India adalah bentuk tiruan atas film-film Hollywood milik Amerika.
Nama Bollywood resmi digunakan setelah India mampu memproduksi film mencapai 433 judul pertahun pada tahun 1971.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik Doni Salmanan, Pernah Berkarir Sebagai Tukang Parkir hingga Jadi Milyader
Sehingga industri film Bollywood berhasil mengambil alih kedudukan sebagai negara industri film terbesar dunia saat itu yaitu Amerika Serikat.
Jika diamati, film Bollywood memiliki karakteristik khas berupa alur cerita yang dapat memancing emosi para penonton, diibaratkan seperti menaiki rollercoaster, naik dan turun sangat cepat.
Film Bollywood pun dibuat dengan berbagai macam tujuan, beberapa sutradara yang mengusung tema-tema politik, sehingga kelompok ini disebut sebagai New Indian Cinema atau film India baru.
Film Bollywood dapat dikatakan cukup berhasil untuk menjadi alat diplomasi kebudayaan dan politik bagi India.
Dalam sebuah publikasi yang berjudul, “Keberhasilan Diplomasi melalui Bollywood dalam Hubungan India-Pakistan” dijelaskan bahwa Film Bollywood merupakan alat diplomasi kebudayaan yang digunakan oleh India untuk memperbaiki hubungan dengan Pakistan.
Dimana diplomasi kebudayaan melalui media film ini dinilai berhasil digunakan India sebagai alat diplomasi kebudayaan India di Pakistan.
Dalam kasus konflik India dan Afganistan, film Bollywood sebenarnya menjadi kunci guna memperbaiki hubungan India-Afganistan pasca rezim Taliban.
Hal ini karena Film Bollywood memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Afganistan.
Baca Juga: King Doni Salmanan Sebelum jadi Crazy Rich Ternyata Pernah Berprofesi Sebagai Tukang Parkir dan Kuli
Masyarakat Afganistan terkenal sangat menyukai film Bollywood. Sebelum rezim Taliban berkuasa di Afghanistan, film Bollywood sangat banyak beredar di Afghanistan dan menyita perhatian masyarakat Afghanistan.
Hal ini dibuktikan bahwa 50% tayangan TV di Afganistan berisikan tayangan-tayangan Bollywood.
Itu artinya film mempunyai kelebihan dibanding dengan media lainnya, di mana film menjadi cermin bagi masyarakat yang menciptakan mereka.
Dari berbagai film, ada yang menawarkan pesan politik dalam pembuatan dasarnya, selain itu ada pula yang mencerminkan perubahan nilai-nilai sosial walaupun beberapa film lainnya ditujukan hanya untuk hiburan.***