

inNalar.com – Peninggalan candi di Indonesia ini memang banyak sekali jumlahnya. Salah satunya adalah Candi Sukuh.
Candi Sukuh terletak di Desa Berjo, Kec. Ngargoyoso, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah.
Secara spesifik, Candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu dengan ketinggian kurang lebih 1.186 mdpl.
Candi Sukuh berada 1,5 jam perjalanan dari pusat Kota Solo dengan tiket masuk sebesar Rp.7.000,-.
Candi Sukuh dipercaya dibangun di zaman Kerajaan Majapahit abad ke-15.
Pemimpin Kerajaan Majapahit pada saat itu adalah Ratu Suhita.
Candi Sukuh yang dibangun pada kepemimpinan Ratu Suhita ini mendapat julukan sebagai The Last Temple.
Hal ini karena candi ini merupakan candi peninggalan Kerajaan Majapahit terakhir yang bercorak Hindu.
Namun, meskipun Candi Sukuh bercorak hindu, bentuk candi ini malah menyerupai piramida Suku Maya atau Suku Aztec di Meksiko.
Berbeda dengan candi yang berhubungan dengan Kerajaan Majapahit lainnya, Candi Sukuh hanya memiliki tiga teras.
Teras pertama dari candi ini terdiri dari pintu gerbang.
Kemudian, teras kedua adalah tempatnya arca-arca yang sudah tidak utuh lagi.
selanjutnya adalah teras ketiga dimana kita bisa melihat bangunan candi utama yang berbentuk seperti piramida.
Candi Sukuh pertama kali ditemukan pada tahun 1815 oleh seorang Residen Surakarta, Johnson.
Awalnya, Johnson sedang melakukan penelitian untuk buku The History of Java oleh Thomas Stamford Raffles.
Kemudian pada tahun 1928, seorang arkeolog asal Belanda melakukan pemugaran pertama pada candi ini.
Hasil pemugaran tersebut menyebutkan bahwa bangunan Candi Sukuh ini sudah ada sejak lama, meskipun belum jelas waktunya kapan.***