

inNalar.com – India berhasil mencuri perhatian seluruh dunia dengan pendaratan Chandrayaan-3 di bulan, dan menjadi negara keempat setelah China dalam misi luar angkasa ke bulan pada Rabu lalu.
Tak hanya mendarat , India juga menjadi negara pertama yang berhasil mencapai kutub selatan bulan.
Sebelumnya masih belum pernah ada negara yang berhasil mendaratkan roketnya di kutub selatan bulan.
Baca Juga: Pertamina Gandeng Kerja Sama Hingga Kunjungi Afrika Bersama Presiden Indonesia: Apa Hasilnya?
Dikutip inNalar.com dari timesofindia.com, kutub selatan bulan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan wilayah bulan yang lainnya.
Kutub selatan bulan tepatnya di titik paling selatan memiliki permukaan yang lebih gelap dilihat dari jauh dan memiliki suhu 90°S.
Hal inilah yang menjadikan bulan menarik untuk diteliti khususnya pakar luar angkasa , karena pada area kutub selatan terdapat air es di kawah yang tertutup bayangan secara permanen.
Baca Juga: Luasnya 200 Hektare, Ini Pulau di Lampung yang Tawarkan Pesona Alam Bak Negeri Fantasi Bawah Laut
Wilayah kutub selatan bulan juga kaya akan mineral dan air. Kedua komponen alam tersebut penting sebagai sumber daya bagi penjelajah bulan di masa depan.
Selain itu cahaya matahari tak bisa mencapai bagian kawah-kawah yang ada di kutub selatan bulan.
Ilmuwan memastikan kawah-kawah tersebut berisi penyusun komponen alam lainnya seperti fosil hidrogen, es, air, serta bahan mudah menguap lainnya yang ada sejak awal tata surya terbentuk.
NASA juga pernah membuat LOLA atau Lunar Orbiter Laser Altimeter untuk memberikan model topografi bulan yang akurat.
Dari LOLA ini ditemukan kawasan dekat dengan kutub selatan bulan yang dinamai Connecting Ridge menghasilkan sinar matahari selama 92% hingga 95% berasal dari ketinggian berkisar antara 2 – 10 meter di atas permukaan tanah.
Kutub selatan bulan juga diminati ilmuwan untuk melakukan pengamatan astronomi yang unik terhadap gelombang radio di bawah 30MHz.
China pernah mengirimkan mikrosatelit Longjiang-2 miliknya pada Mei 2018 untuk mengorbit bulan dan mengamati gelombang radio.
Sebelum Longjiang-2 tidak ada negara yang melakukan pengorbitan bulan guna mengamati gelombang radio disana.
NASA juga telah mengusulkan misi untuk mendaratkan beberapa robot pendarat dan penjelajah milik mereka di kutub selatan bulan dan akan mempelajari data dari misi Chandrayaan-3 sebagai persiapan misinya.***