

inNalar.com – Hotel bersejarah di Kota Surabaya yang satu ini telah banyak dikenal oleh hampir seluruh warga Jawa Timur.
Bahkan, dimungkinkan hampir seluruh rakyat Indonesia pun sedikit banyak telah mengetahui keberadaan hotel tertua di Jawa Timur melalui kisah sejarah fenomenal perobekan bendera yang dilakukan para pemuda Surabaya di tahun 1945.
Namun, belum banyak yang mengulik bagaimana asal-usul keberadaan hotel legendaris di Surabaya Jawa Timur ini hingga menjadi saksi sejarah perjalanan kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Memiliki Kedalaman Air 14 Meter, Kalimantan Utara Akan Punya Pelabuhan Barang Baru di Sungai Ini
Penginapan bersejarah Surabaya yang bakal dikupas masa lalunya kali ini adalah Hotel Majapahit. Kini, bangunannya pun masih berdiri megah meski usianya sudah menginjak sekitar 113 tahun.
Hotel yang sangat legendaris di kalangan masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya, ini dibangun pada 1 Juni 1910 dengan nama Hotel Oranje.
Dua tahun kemudian, namanya pun berubah menjadi Hotel Yamato. Sebab, Kota Surabaya kala itu berada di bawah kependudukan Jepang.
Peristiwa bersejarah pun terjadi di hotel tersebut pada 19 September 1945. Yaitu, ketika kolonialis Belanda secara sepihak mengibarkan bendera negaranya yang berwarna merah, putih, dan biru.
Tindakan pengibaran bendera Belanda di atas Hotel Yamato itu pun mengundang amarah para pemuda Surabaya, hingga akhirnya mereka merobek warna biru pada bendera.
Warna yang tersisa adalah merah dan putih, sebagaimana kedua warna tersebut menjadi bendera resmi Indonesia.
Baca Juga: Karena Lahan Persawahan Terbatas, Ternyata Begini Cara Kalimantan Utara Tingkatkan Produksi Padi
Kepemilikan hotel ini sempat bergonta-ganti sejak tahun 1946 hingga akhirnya di tahun 2006 berakhir menetap hingga sekarang dengan nama Hotel Majapahit.
Namun, siapakah sebenarnya yang membangun hotel bintang lima bersejarah di Surabaya Jawa Timur ini, apakah Belanda atau kah Jepang?
Ternyata pihak yang membangun Hotel Majapahit ini bukan sosok dari Jepang atau pun dari Belanda.
Dilansir dari laman Dispusip Surabaya, sosok yang membangun dan mendirikan hotel tertua di Jawa Timur ini adalah seorang konglomerat bernama Lucas Martin Sarkies.
Lucas Martin Sarkies merupakan seorang warga negara Armenia yang dikenal sebagai pebisnis hotel yang jaringannya tersebar di wilayah Asia Tenggara.
Meski kepemilikan hotel sempat berpindah ke tangan penjajah Jepang, pada tahun 1946 Sarkies bersaudara kembali mengelola Hotel Majapahit, yang dahulu diberi nama dengan Lucas Martin Sarkies Hotel.
Adapun penamaannya berubah menjadi Hotel Majapahit hingga kini, yaitu ketika tahun 2006 PT Sekman Wisata mengelola hotel bersejarah ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi