Tersangka Penembakan Mantan PM Jepang Shinzo Abe Bukan Mantan Marinir, Begini Hasil Penyelidikan Polisi

inNalar.com – Tersangka penembakan mantan PM Jepang Shinzo Abe ternyata bukan mantan marinir atau anggota satuan bersenjata Angkatan Laut (AL).

Fakta ini diketahui setelah polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut usai tragedi penembakan mantan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe yang terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022 kemarin.

Profil Tetsuya Yamagami, tersangka penembakan mantan PM Jepang Shinzo Abe ditelusuri usai tragedi mengenaskan tersebut terjadi.

Baca Juga: Mengapa Dilarang Berpuasa Saat Hari Tasyrik Idul Adha? Simak Hukum dan Penjelasan Lengkapnya

Polisi juga berusaha mencari tahu apa motif dirinya melakukan penembakan pada mantan PM Jepang Shinzo Abe.

Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, setelah ditelusuri, Tetsuya pernah bekerja di Maritime SDF sebagai fixed-term officer selama kurang lebih 3 tahun.

Selama 3 tahun tersebut dia juga mendapat pelatihan untuk handling senjata termasuk cara assembling senjata api sejenis rifle dan sebagainya.

Setelah tempat tinggalnya digeledah, diketahui ternyata ia juga memiliki beberapa senjata rakitan sendiri.

Baca Juga: Daftar Tanggal Haram Puasa di Hari Tasyrik Lengkap dengan Amalan Utama yang Dianjurkan

Termasuk senjata api dengan ukuran yang mirip dengan yang digunakan untuk menembak Shinzo Abe. Senjata tersebut memiliki ukuran panjang sekitar 40 cm.

Setelah kejadian penembakan mantan PM Jepang Shinzo Abe, banyak yang menduga motif pelaku adalah ketidakpuasan terhadap masa pemerintahan Abe.

Tapi setelah diinterogasi, tersangka mengatakan bahwa keluarganya berantakan karena mengikuti salah satu organisasi sekte keagamaan.

Kemudian ia berpikir bahwa LDP (Liberal Democratic Party) yang merupakan partai tempat Shinzo Abe bernaung selama ini memiliki hubungan dengan organisasi sekte tersebut.

Baca Juga: 5 Bumbu Rendang Pilihan dan Cara Membuatnya agar Daging Empuk serta Lezat, Idul Adha 2022 Pun Semakin Semarak

Awalnya ia mengincar pimpinan organisasi dari sekte keagamaan tersebut. Tetapi karena yang bersangkutan tidak terlihat di lokasi pidato Abe, maka sasaran beralih ke Abe.

Hal tersebut diputuskan karena tersangka berpikir Abe sebagai orang LDP yang juga memiliki hubungan dengan organisasi keagamaan tersebut.

Polisi menduga selain motif di atas, ada kemungkinan tindakan tersangka merupakan efek dari “lonely life” yang dia jalani.

Dari hasil penyelidikan, diketahui pula bahwa tersangka tinggal seorang diri di 1R (one room) flat seluas 8 tatami (sekitar 14m²).

Baca Juga: Resep Bumbu Sate Kambing dan Sapi Terenak untuk Menu Idul Adha 2022, Cukup Siapkan Bahan-bahan Berikut

Setelah kontrak dengan Maritime SDF habis, ia beberapa kali pindah kerja sebagai dispatch worker atau pekerja outsource.

Terakhir sebelum kejadian penembakan mantan PM Jepang Shinzo Abe, Yamagami bekerja sebagai driver forklift sebelum akhirnya berhenti di bulan Mei.

Menurut rekan-rekan kerjanya, Yamagami juga selalu makan siang sendiri dan tidak terlihat memiliki teman.

Bahkan di usianya yang sudah 41 tahun, dia juga tidak memiliki riwayat menikah.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]