Terpanjang se-Indonesia, Jalur MRT Pertama di Banten Ini Telan Anggaran Rp160 Triliun!

inNalar.com – Pembangunan MRT di Jakarta akan diperluas pada fase 3, dengan jalur yang menghubungkan Jawa Barat hingga Banten.

Dengan pembangunan rute lintas provinsi ini, diharapkan masyarakat dapat menggunakan fasilitas MRT dengan total 1,2 juta orang per hari.

Dilansir inNalar.com dari halaman Facebook @jakartamrt, MRT Jakarta akan diperluas dan membentang sepanjang 84,1 kilometer dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat hingga Kabupaten Tangerang, Banten.

Baca Juga: Sudah Seabad, Pembangunan Jalur Kereta Api Di Kalimantan Barat Ini Selalu Gagal Sejak Era Kolonial, Kenapa?

Proyek ini dinamakan Jalur Fase 3 dan menjadikan Provinsi Banten memiliki fasilitas MRT untuk pertama kalinya sekaligus yang terpanjang di Indonesia. 

Diketahui, jalur MRT pertama di Banten ini menghabiskan anggaran sebesar 160 triliun Rupiah, menjadikannya proyek MRT termahal di Indonesia untuk saat ini.

Jalur ini diberi nama MRT East West Line dengan dua tahap dalam pembangunannya, di mana direncanakan dibuat pada tahun 2024.

Baca Juga: 35,4 Km ke Muaro Jambi, Masjid di Provinsi Jambi Ini Dijuluki ‘Masjid 1000 Tiang’, Tapi Ternyata Tiangnya…

Tahap pertama melibatkan rute Kembangan-Medan Satria, sementara tahap kedua akan mencakup rute Kembangan-Balaraja dan Medan Satria-Cikarang. 

Sebisa mungkin, pemerintah tidak ingin menggunakan dana APBD maupun APBN untuk pembangunan proyek ini.

Di lain sisi, Menteri Perhubungan mengumumkan keterlibatan investor dari Jepang, Inggris, dan Korea Selatan dalam proyek ini. 

Baca Juga: Gunakan Uang Khusus, Pasar Terunik di Mojokerto Jawa Timur Ini Bak Pindahkan Pengunjung ke Dimensi Majapahit

Setelah melakukan uji kelayakan di tahun 2023, pembangunan jalur akan dimulai pada tahun 2024 mendatang.

Moda Raya Terpadu Jakarta adalah sistem transportasi rel angkutan cepat yang mulai dibangun pada tahun 2013, dan dioperasikan pada 24 Maret 2019, menjadikannya MRT pertama di Indonesia.

Layanan MRT Jakarta dioperasikan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda), badan usaha milik daerah DKI Jakarta dengan jalur yang beroperasi saat ini memiliki panjang 15,7 km.

Sejarah pembangunan MRT Jakarta dimulai dari gagasan Kepala BPPT, B.J. Habibie, pada tahun 1985 dan terhenti akibat krisis ekonomi pada 1997–1998. 

Namun, proyek ini kembali dilanjutkan pada tahun 2005 dengan dukungan pemerintah dan JICA dengan konstruksi jalur pertama dimulai pada 2010.

Awalnya, pendanaan diperoleh melalui pendanaan pemerintah daerah serta pinjaman dari lembaga keuangan internasional, seperti Japan International Cooperation Agency (JICA). 

Kemudian, pembangunan selanjutnya diharapkan dapat mendapatkan dana dari investasi pihak swasta, termasuk investor luar negeri.***

Rekomendasi