Ternyata Ini Cara Geng Ferdy Sambo Menghilangkan Jejak Pembunuhan Brigadir J, Sangat Terstruktur

inNalar.com – Ternyata ini dia cara yang dilakukan oleh geng Ferdy Sambo dalam menutupi jejak pembunuhan Brigadir J.

Selain Ferdy Sambo, diduga personil dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) dan satuan lainnya juga turut membantu menghilangkan jejak pembunuhan Brigadir J.

Baca Juga: 4 Drama Terbaik Lee Do Hyun, Aktor Korea yang Akun Instagram Pribadinya Kena Hack

Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit, penghapusan jejak pembunuhan Brigadir J dilakukan pada Sabtu 9 Juli 2022.

Yaitu tepat sehari setelah dilakukannya penembakan yang dilakukan Ferdy Sambo terhadap korban Brigadir J.

Namun, inilah trik yang dilakukan oleh geng Ferdy Sambo dalam melakukan penghilangan jejak pembunuhan Brigadir J.

Baca Juga: Bharada E Ungkap Semua Kebusukan yang Dilakukan Ferdy Sambo, Ternyata Ini Alasan Bharada E

Yaitu pelanggaran pertama, personil Propam masuk ke TKP yang seharusnya tidak diperbolehkan.

Berikutnya, ada personil Polri yang tidk berkepentingan mengangkat jenazah Brigadir J sebelum olah TKP.

Selanjutnya, personil Divpropam Polri memerintahkan asisten rumah tangga Ferdy Sambo untuk membersihkan TKP.

Baca Juga: Link Live Streaming Persija Jakarta vs Persita di BRI Liga 1 2022 Malam Ini Jangan Sampai Terlewat

Diketahui juga personil Polri bernama Susanto dan Agus Nur Patria memegang dan mengokang senjata api yang digunakan Bharada E.

Selain itu barang bukti yang berupa senjata api diserahkan kepada penyidik Polres Jakarta Selatan pada 11 Juli 2022.

Alat komunikasi seperti HP tersangka dan korban dihilangkan, sedangkan tersangka diganti dengan yang baru.

Baca Juga: Saksikan BRI Liga 1 2022 Persija Jakarta vs Persita, Ini Link Live Streaming Hingga Head to Head

CCTV yang dilakukan penyidikan dan penanganan oleh Polda Metro Jaya diduga tidak murni dan beberapa dihilangkan.

Yang terakhir, CCTV yang berada di pos keamanan komplek Polri Duren Tiga telah diganti.

“Kami mendapati, dan ini juga yang menjadi perhatian publik, bahwa CCTV yang pada saat itu hilang, CCTV di Satpam,” jelas Kapolri pada Youtube DPRD RI.

Baca Juga: Link Live Streaming Persija Jakarta vs Persita Malam Ini, Thomas Doll Optimis Meski Latihan Singkat

“Dari hasil interograsi pada saat itu, kita mendapatkan kejelasan bahwa CCTV tersebut diambil oleh anggota ataupun petugas dari personil di Propam dan juga ada personil dari Bareskrim,” lanjutnya.

Kapolri juga melakukan mutasi kepada 24 anggota polri karena terlibat dalam penghambatan penyidikan.

Keputusan tersebut dituangkan oleh Kapolri dalam surat telegram Nomor: ST/1751/VIII/KEP./2022.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]