

inNalar.com – Ustadz Adi Hidayat memberikan ceramah mengenai amalan yang bisa dilakukan oleh seorang ibu hamil.
Pada pembahasan kali ini, Ustadz Adi Hidayat ceramah tentang amalan ibu hamil berdasarkan ayat Al-Qur’an.
Pembahasan ceramah Ustadz Adi Hidayat tentang amalan ibu hamil yang didasari Al-Qur’an ini, diunggah pada akun YouTube Audio Dakwah.
Isi ceramah Ustadz Adi Hidayat tentang amalan ibu hamil
Dilansir akun YouTube Audio Dakwah, ceramah Ustadz Adi Hidayat tentang amalan ibu hamil. Itu diawali dengan pertanyaan dari seorang dokter kandungan.
Dokter kandungan tersebut menjelaskan kepada Ustadz Adi Hidayat mengenai kondisi yang dialami ibu hamil. Dimana diakhir ceramah, ia memberikan beberapa amalan khusus dari Al-Qur’an.
Saat ceramah Ustadz Adi Hidayat berlangsung. Ia menerangkan sebaiknya seorang dokter kandungan memberikan penjelasan yang menenangkan hati dan amalan khusus kepada ibu hamil.
Kemudian, Ustadz Adi Hidayat juga memberikan amalan Al-Qur’an, yang bisa dilakukan ibu hamil agar kandungannya senantiasa dijaga Allah.
Selain itu, Ustadz Adi Hidayat menerangkan bahwa perjuangan seorang ibu hamil sama dengan jihad fisabillilah.
Baca Juga: Syekh Ali Jaber Ungkap Dahsyatnya Surat Al Fatihah saat Dibaca dengan Hati Khusyu’
“Bagi seorang yang sedang mengandung, ketika merasakan semua proses itu, ketika melaluinya Allah berikan sebuah hadiah sedang berjihad yang pahalanya luar biasa besar,” ungkap UAH dalam akun YouTube Audio Dakwah.
Selanjutnya, berikut amalan yang bisa dilakukan ibu hamil yang didasari Al-Qur’an, antara lain:
1. QS. Al-A’raf Ayat 189
۞ هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ اِلَيْهَاۚ فَلَمَّا تَغَشّٰىهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيْفًا فَمَرَّتْ بِهٖۚ فَلَمَّآ اَثْقَلَتْ دَّعَوَا اللّٰهَ رَبَّهُمَا لَىِٕنْ اٰتَيْتَنَا صَالِحًا لَّنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ
“Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhan Mereka (seraya berkata), “Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur.”
Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat dan Lengkap: Islam Mengecam Kekerasan dalam Rumah Tangga
2. QS. Ali ‘Imran Ayat 38 – 39
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
“Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”
فَنَادَتْهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَهُوَ قَاۤىِٕمٌ يُّصَلِّيْ فِى الْمِحْرَابِۙ اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيٰى مُصَدِّقًاۢ بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوْرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, “Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.”
Dua amalan tersebut, dijelaskan oleh UAH sebaiknya dikerjakan oleh ibu hamil dan suaminya sejak awal kandungan hingga melahirkan. ***