Ternyata Ini Alasan Sulut Impikan Pelabuhan Bitung Jadi Pusat Dagang Asia-Pasifik, Bisa Hemat Biaya 40 Persen?

inNalar.com – Bukan tanpa alasan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey dan Wakilnya Steven Kandouw mendorong Kota Bitung menjadi pusat perdagangan Asia-Pasifik.

Berdasarkan Perpres No 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015 – 2019, Pelabuhan Bitung telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Pelabuhan Hub Internasional.

Proyeksi ke depannya, Pelabuhan Bitung bisa menjadi jalur utama lalu lintas perdagangan untuk kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga: Telan Anggaran Rp177 M, Jembatan Lengkung di Kaltim Disebut-sebut Mirip Golden Gate di Amerika Serikat

Bahkan dalam mendukung upaya mewujudkan harapan mulia tersebut, Kementerian PUPR pun ikut mendukung ambisi besar Pemprov Sulawesi Utara dengan membangun akses tol Manado – Bitung sepanjang 39 km.

Ada beberapa deretan alasan mengapa Pelabuhan Bitung cukup prospektif mewujudkan masa depan perekonomian Sulawesi Utara, di antaranya sebagai berikut.

Alasan Pertama, dilihat dari posisi Sulawesi Utara yang dinilai sangat strategis secara geografis.

Baca Juga: Erick Thohir soal Podcast Bocor Alus Politik Tempo: Demokrasi Harus Dijaga dan Kita Harus Bicara Fakta

Posisinya yang berada antara Indonesia bagian barat dan timur sangat berpotensi menjadikan Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara menjadi gerbang utama perdagangan regional maupun internasional.

Beberapa dukungan infrastruktur penunjang dari Pemerintah Pusat diharapkan menjadi langkah awal muluskan ambisi mulia perekonomian, terutama di kawasan Indonesia Timur.

Posisi Pelabuhan Bitung yang lebih dekat mengarah ke kewasan Asia Pasifik bisa menjadi nilai dasar utama yang terus dipegang oleh Pemprov Sulawesi Utara dalam mewujudkan ambisi mulianya ini.

Baca Juga: Berjarak 2 KM dari Air Terjun, Warung Unik di Mojokerto Ini Jadi Satu-Satunya Bangunan di Tengah Hutan Pinus?

Alasan selanjutnya diungkap oleh para peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, bahwa biaya logistik menuju pelabuhan seperti Shanghai, Tokyo, Hongkong, San Fransisco, dan lain-lain bisa lebih ekonomis jika dikirim melalui pelabuhan Bitung.

Otomatis, biaya operasional ekspor pun akan bisa semakin ditekan.

Hal ini menimbang dari posisi Pelabuhan Bitung yang jauh lebih dekat daripada Pelabuhan di Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Alasan ketiga, tentu tak hanya menyoal biaya yang ekonomis, tetapi juga titik tumbuh perekonomian baru di kawasan timur Indonesia diharapkan menjadi semakin merata.

Berdasarkan hasil penelitian dari P2E LIPI yang berjudul “Pembangunan Bitung Sebagai Pelabuhan Internasional”, dipaparkan bahwa penghematan biaya pengiriman rata-rata bisa mencapai lebih dari 40 %.

Adapun dari segi efisiensinya, jika dibandingkan dengan arus barang melalui Pelabuhan Tanjung Priok, dengan posisi strategis Pelabuhan Bitung bisa dipangkas jarak tempuhnya hingga 30-60%.

Dari segi efisiensi penghematan waktunya juga bisa hemat sekitar 14-15 hari.

Inilah mengapa Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara didorong untuk menjadi pusat perdagangan Asia-Pasifik.

Dengan adanya ambisi ini, diharapkan titik perekonomian di kawasan Indonesia Timur semakin bertambah dan merata.***

Rekomendasi