

InNalar.com – Sebagai seorang orang muslim harus berhati-hati karena adakalanya iblis menanamkan penyakit dan ini yang penting diwaspadai dikalangan para pengajar dan para ustadz.
Karena penting sekali dalam psikologi Al-Qur’an seperti itu,akan ditemukan keadaan-keadaaan karena ketidakmampuan atau karena kebelum mampuan mendapatkan informasi sehingga terbatas pemahamannya dan tidak fatif orang lain mampu menyampaikan hal tersebut.
Maka iblis akan menanamkan potensinya sifat-sifat keangkuhan yang dengan keangkuhan tersebut seorang muslim dapat mengemas sampai orang lain tidak mendapati ilmu dari orang yang dimaksudkan atau oleh orang yang Allah titipkan pengetahuannya.
Supaya ilmu pengetahuan tersebut terfokus hanya kepadanya saja dan ini bahaya, hal tersebut tidak lain dari keangkuhannya yang ditanamkan oleh iblis laknatullah, maka seorang muslim harus berhati-hati karena hal tersebut dapat mendatangkan penyakit.
Tubna Ilaika Mindhalika, yaallah kabi bertobat dari pertama mempertanyakan kepada Allah SWT, ketika masuk kke ayat 32 yang paling menarik adalah para maialkat mengatakan keagungan yang mengagungkan Allah SWT dengan segala kuasa dan keagungannya.
Penyucian sekaligus melepaskan dari sifat-sifat yang tidak sesuai, contoh AL-Qur’an surah ke 2 Al-Baqarah ayat 116 “Malikat berkata Allah memiliki sifat-sifat sehingga sifat tersebut harus berpasangan”. Maka terjadinya kelahiran atau melahirkan sifat makhluk.
Baca Juga: Wajah berminyak hingga Beruntusan? Lakukan Tindakan Ini anjuran Dokter Richard
Sedangkan Tuhan Allah harus total berbada dengan makhluk, jika sedikit saja terdapat kesamaan maka berpotensi makhluk menjadi tuhan.
Maka secara logika Tuhan dengan Makhluk pasti berbeda dengan sepenuhnya tidak boleh sama menurut secara logis, jika hal tersebut masuk kedalam logika tuhan dengan makhluk pasti beda, hal ini menjadi penegasan dalam Al-Qur’an. Tidak boleh ada yang serupa dengan tuhan, karena sifat Tuhan mutlaq berbeda dengan makhluk.
Makhluk melahirkan maka tuhan tidak boleh melahirkan dan dilahirkan, kalau makhluk berpasangan maka Tuhan tidak berpasangan mesti berbeda dan ini sangat lokis sekali.
Ketika ada yang mengatakan sifat yang berbeda dengan sifat ketuhanan, Allah maha agung dan berbeda dengan Makhluk. Contoh; ketika seseorang memberikan komentar saat Nabi Muhammad SAW melakukan Isra’ dan Mi’raj.
Dengan izin Allah SWT ketika nabi tidak bisa melakukan sendirian karena itu bagian dari mukjizat, mukjizat merupakan peristiwa yang enjadikan kita seoang muslim meyakini bawa hal tersebut merupakan kekuatan yang tersambung kepada Allah.
Sehingga kita sebagai seorang Muslim meyakini sesungguhnya seorang Nabi Rasul dan Allah yang memiliki kuasa dan dengan itu muncul ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Terbukti Wajah Glowing ala Artis Korea dengan Baby Oil dan Air Mawar, Nggak percaya? Begini Caranya
Sebagian orang berkomentar hal tersebut tidak mungkin seorang Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Makkah Al Mukarromah lalu ke Masjidil Aqsa dan naik keatas langit Cuma dalam waktu yang sekejap hanya sepertiga malam saja dan balik lagi.
Maka mereka menyimpulkan hal tersebut merupakan dusta Nabi Muhammad hanya mengada-ada , setelah itu turunlah ayat membantah dengan kalimat AlQur’an surah ke 17 yang bernama surah Al- Isra ayat pertama.
Hanya Allah yang maha agung dari yang kalian bayangkan, yang telah memberangkatkan nabi yang paling tinggi, yang maha dahsyat dan segalanya. Karena kemampuan makhluk terbatas maka hanya Allah yang mampu mewujudkannya. *** (Faizzatun Nazira)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi