

inNalar.com – Penawar penyakit merupakan penangkal dari sebuah penyakit yang sering menghinggapi tubuh manusia.
Adanya penawar penyakit selalu diharapkan untuk kesembuhan bagi orang yang sakit secara fisik.
Seperti yang diketahui masyarakat umum bahwa penawar penyakit adalah berupa obat yang dikonsumsi agar mendapatkan kesembuhan.
Baca Juga: Tertawa Berlebihan Dalam Majelis Ilmu, Boleh Atau Tidak? Begini Buya Yahya Tegaskan Dampaknya
Namun, ternyata ada pula penawar penyakit yang tidak berbentuk obat pada umumnya.
Melainkan penawar penyakit tersebut ada di lingkungan sekitar bahkan ada yang bersemayam di dalam tubuh manusia.
Hal tersebut sebagai bukti atas kebesaran Allah SWT dalam memberikan kesembuhan pada yang sakit.
Dari penjelasan dr Cahyono yang dilansir inNalar.com melalui YouTube AN NABAWI TV, beliau menjelaskan tentang penawar penyakit tersebut.
“Allah SWT telah menciptakan penyakit beserta penawarnya. Penawar itu bukan hanya ada di sekitar kita, tetapi penawar dari penyakit kita ada di dalam diri kita sendiri,” kata dr Cahyono.
Dalam penjelasan dr Cahyono tersebut secara otomatis tubuh manusia akan melakukan perbaikan ataupun mengobati jika ada yang rusak.
Sehingga di dalam tubuh manusia memiliki kemampuan untuk mengobati diri sendiri.
Tubuh manusia merupakan sebuah satu kesatuan mulai dari sistem organ, sub organ, jaringan dan sel.
Sedangkan bagian terkecil dari tubuh manusia adalah sel.
Ada 500 triliun jumlah sel yang ada di dalam tubuh manusia. Mulai dari sek otot tulang dan organ.
Keterangan di atas disampaikan dr Cahyono beserta pernyataan jikalau ada penyakit yang muncul berarti telah terjadi kerusakan pada sel tubuh.
“Semua dibentuk oleh sel. Bagian terkecil dalam tubuh kita adalah sel. Jadi artinya jika ingin membuat tubuh sehat dan kuat, buatlah sel kita sehat dan kuat,” lanjut dr Cahyono.
Beliau juga menjelaskan bahwa kerusakan sel pada tubuh disebabkan karena adanya radikal bebas.
Radikal bebas adalah sebuah senyawa molekul dalam tubuh yang terbentuk akibat proses oksidasi yang berlebihan.
Ini terjadi dalam tubuh manusia mulai dari lahir sampai nanti wafat dan tidak bisa dihindari.
“Oleh karena itu Allah telah menciptakan penawar terhadap proses oksidasi itu sendiri namanya anti oksidan. Anti oksidan ada di mana? ada di sekitar kita dan di dalam diri kita. paling banyak ada di buah-buahan,” jelas dr Cahyono.
Beliau juga mencontohkan buah yang merupakan penawar penyakit, dua di antaranya adalah biji anggur dan bonggol nanas.
Biji anggur dapat mencegah dan mengobati jantung koroner karena terdapat anti oksidasi kuat yang bernama Resveratrol.
Bonggol nanas pun dapat mencegah penyakit kanker karena ada anti oksidan yang bernama Bromelain.
Dr Cahyono berkata, Allah SWT menciptakan penawar terhadap oksidasi (anti oksidan) yang namanya Glutathione dan Superoxide Dismutase.
“Dua jenis anti oksidan kuat ini ada di dalam setiap sel di dalam sel tubuh kita,” ucap dr Cahyono.
Diproduksi oleh tubuh untuk menangkal menetralisir oksidasi itu sendiri.
Namun, karena usia dan gaya hidup yang salah, sehingga setelah usia di atas 40 tahun produksi anti oksidannya sudah menurun.
Oleh karena itu rata-rata orang sakti diabetes, hipertensi, jantung dan Stroke ada di atas usia 40 tahun.
Itulah penjelasan dr Cahyono mengenai penawar penyakit yang ada pada tubuh dan lingkungan sekitar.*** (Niken Nareswati)