Termegah di Sulawesi Utara, Bandara Ini Sampai Berdiri di Atas 2 Negara Sekaligus, Kok Bisa?

InNalar.com – Kompleks bandara biasanya akan dibangun di atas satu tanah negara.

Namun berbeda dengan lokasi suatu bandara di Sulawesi Utara ini.

Bagaimana tidak berbeda, bandara di Sulawesi Utara ini saja berdiri di atas tanah 2 negara.

Baca Juga: Pantai di Likupang Ini Bak Surga Bahari Sulawesi Utara, Sajikan Pasir Bebatuan Unik hingga Hamparan Savana!

Sekedar informasi, bandar udara yang berada di atas 2 negara ini juga merupakan bandara terbesar di Sulawesi Utara.

Bandar udara tersebut adalah Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

Adapun dinamakan sebagai Bandara Sam Ratulangi, hal tersebut diambil dari nama gubernur pertama Sulawesi Utara, Sam Ratulangi.

Baca Juga: Mampu Hasilkan 2,68 Juta Ton Padi per Tahun, Ternyata Ini 5 Daerah Penghasil Padi Terbesar di Provinsi Lampung

Pernah menjabat menjadi menteri dimasa Presiden Soekarno, Sam Ratulangi juga salah satu pendiri dari Partai Nasional Indonesia.

Dilansir Innalar.com dari dephub.go.id, Bandara Sam Ratulangi merupakan bandar udara berstandar Internasional dengan kelas 1B, yang saat ini dikelola PT Angkasa Pura I.

Diketahui, luas dari bandara Sam Ratulangi adalah 57.296 meter.

Baca Juga: Rencana Pemekaran Wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan: Dibagi Menjadi Dua Daerah Otonomi Baru, Dimana Aja?

Akan tetapi, karena letak geografis dan perbatasan negaranya cukup berdekatan, hal ini justru membuat bandara bandara Sam Ratulangi menjadi berada di 2 negara.

Adapun 2 negara tersebut adalah Indonesia dan Filipina.

Pasalnya, batas antara 2 negara tersebut berada di wilayah garis lurus, sehingga landasan pacunya ada yang mengarah ke negara Filipina.

Dulunya, bandara Sam Ratulangi dibangun pada tahun 1942, dan hingga kini, pernah mengalami empat kali perubahan nama.

Selain itu, bandara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara ini juga dibangun pada masa penjajahan Jepang.

Sedangkan nama-nama bandara yang berganti itu adalah Lapangan Udara Mapanget, berganti nama menjadi Lapangan Udara Tugiman, Lapangan Udara A.A Maramis.

Hingga akhirnya di tahun 2011, bandara di Sulawesi Utara ini berganti nama kembali menjadi Bandara Internasional Sam Ratulangi. ***

Rekomendasi