

inNalar.com – Sangat mudah untuk mengenali suatu daerah jika dilihat dari ciri khas ataupun tradisi yang unik.
Sumatera Utara memiliki ciri khas yang unik dan tradisi yang beragam dan hanya ada di provinsi ini.
Dapat dikenali dari tradisi, Sumatera Utara ini banyak memiliki tradisi yang sangat beragam antara lain:
1. Tradisi Mangongkal Holi
Mongongkal Holi berarti mengambil tulang para leluhur dari dalam kuburan lalu ditempatkan di peti dn diletakkan dalam sebuah bangunan tugu khusus.
Dikenal sebagai upacara penghormatan untuk orang tua yang sudah meninggal. Dilakukannya upacara ini bertujuan mempersatukan keturunan leluhur sehingga mudah diketahui siapa saja keturunannya.
Memakan waktu sampai tiga hari dengan memerlukan biaya yang besar. Keluarga yang sedang melakukan upacara ini harus menyiapkan makanan sampai menyembelih babi dan kerbau.
2. Tradisi Lompat Batu Nias
Tradisi ini berasal dari salah satu pulau yang ada di Sumatera Utara yaitu pulau Nias. Pulau Nias memiliki 27 pulau kecil, 11 pulau yang berpenghuni dan 16 pulau tidak berpenghuni.
Lompat batu ini tidak dilakukan oleh semua masyarakat pulau Nias hanya masyarakat pulau Nias bagian selatan.
Awal mula tradisi ini dilakukan oleh seorang pemuda Nias yang menunjukkan bahwa pemuda itu dianggap sudah dewasa dan matang secara fisik dan tradisi ini hanya dilakukan kaum laki-laki.
Baca Juga: Kini Sudah Punah, Transportasi Becak Menghilang di tengah Eksistensi Pesatnya Kemajuan Teknologi!
Batu yang dilompati sudah disusun setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 cm jika berhasil melompati maka dianggap heroik dan prestisius.
3. Tradisi Sigale-gale
Patung Sigale-gale ini adalah boneka kayu yang menyerupai manusia dan biasa ada di rumah adat Batak Desa Tamok. Pergerakan boneka ini dilakukan oleh manusia yang berada di belakang patung Sigale-gale.
Sigale-gale dalam legenda masyarakat suku Batak merupakan putra tunggal kesayangan dari raja Rahat kemudian meninggal karena sakit.
Kesedihan Raja yang diobati dengan membuat patung yang menyerupai Sigale-gale. Lalu diadakan ritual untuk memanggil arwah Sigale-gale.
Akhirnya boneka tersebut bisa menari-nari dengan iringan musik adat Batak.
4. Tradisi Horja Bolon
Merupakan upacara adat yang dilakukan untuk menyambut tamu penting atau penyatuan keluarga besar diiringi tarian dan nyanyian juga bagian penting untuk tradisi ini.
Persembahan sejumlah hewan kurban, kerbau atau babi yang dipersemahkan sebagai tanda syukur serta bentuk penyauan keluarga.
5. Tradisi Hata Bolon
Sedangkan tradisi ini berkaitan dengan upacara agama juga pemakaman. Upacara ini dilaksanakan dengan sangat sakral dan penuh penghormatan sebagai penghormatan terakhir bagi orang yang sudah meninggal.
Pada pelaksanaan upacara ini melibatkan nyanyian, doa, dan tarian adat pada proses pemakaman.
6. Tradisi Martumpol
Tradisi suku Batak ini dilakukan sebagai tanda persetujuan dan pengesahan kesepakatan untuk acara penting. Mencerminkan pentingnya nilai sosial dan kekeluargaan dalam suku Batak.
Digelarnya tradisi ini biasa digunakan uuntuk mengatur acara serta menentukan persetujuan bersama antara pihak yang terlibat.
7. Tradisi Mangulosi
Proses tradisi ini dengan mengalungkan kain Ulos ke pundak orang lain. Dilakukan oleh orang yang dituakan kepada kerabar yang lebih rendah secara adat atau lebih muda, orang tua kepada anak. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi