

inNalar.com – Pembangunan Embung Gunung Kupang di Banjarbaru, Kalimantan Selatan molor dari batas waktu yang sebelumnya ditentukan.
Embung Gunung Kupang ini sendiri awalnya diperkirakan selesai pada 7 Desember 2023 lalu.
Akan tetapi, akibat cuaca hujan yang saat ini terus melanda menjadi sebuah kendala tersendiri.
Adapun target penyelesaian dimundurkan pada 30 Desember 2023 mendatang.
Pengerjaan yang mundur ini sendiri telah dibenarkan oleh Kepala Bidang SDA Subrianto.
Ia menyebut bahwa progres pembangunannya sebenarnya telah sampai 73,55 persen.
Akan tetapi, kini terpaksa ditargetkan mundur hingga akhir bulan ini. Subrianto juga mengenakan sanksi penyelesaian dengan denda.
Denda tersebut diberlakukan sejak 8 Desember 2023 atau satu hari setelah estimasi waktu pada kontrak.
Proyek Embung Gunung Kupang ini sendiri dilakukan di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.
Lantas, apakah proyek ini benar-benar akan selesai di akhir bulan?
Saat ini telah dilakukan action plan hingga akhir Desember sehingga hanya tinggal pelaksana yang perlu konsisten dalam melaksanannya.
Dengan begitu, pembangunan dapat terselesaikan di tanggal yang ditentukan.
Sementara itu, kontraktor pelaksana lapangan Tegar Bagus Asmara dengan tegas optimis dapat merampungkan penampungan air ini sesuai target.
Ia menjelaskan keoptimisan tersebut karena telah ada penambahan hingga akhir bulan.
Menurutnya, proses pembetonan sudah sampai ke dinding dan tidak ada kendala.
Walaupun dalam keadaan terendam pun tetap aman dan masih tetap bisa dilanjutkan.
Proyek senilai Rp4,8 miliar ini sebenarnya telah dimulai sejak 12 Mei 2023.
Melansir dari Antara, pembangunan Embung Gunung Kupang ini dilakukan di area lahan seluas 3 hektar.
Baca Juga: Jadwal BWF World Tour Finals 2023 Hari Ketiga: Big Match Anthony Ginting vs Viktor Axelsen
Akbar Rahman selaku pengamat tata kota dari Universitas Lambung Mangkurat pun memberikan kritik.
Ia mengatakan bahwa pembangunan embung ini harus memperhitungkan banyak hal. Seperti cuaca, ketersediaan material, hingga kondisi tanah.
Apabila waktu kerja tinggal beberapa minggu, maka sudah jelas akan terjadi keterlambatan parah.
Menurut Rahman, hal ini menunjukkan ketidakseriusan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek tersebut.
Ia memberi saran agar konsultan pengawas meningkatkan kontrol kepada kontraktor agar pekerjaan lebih cepat.
Apabila tidak dilaksanakan maka tidak dapat selesai sesuai target perencanaan di awal bulan Desember.
Hal ini hanya akan menyebabkan masyarakat tidak bisa menikmati manfaat Embung Gunung Kupang tersebut.
Padahal, kehadirannya diharapkan mampu atasi kekeringan dan banjir di wilayah ini.***