Terkenal Sulit Terurai, Sampah Anorganik Jenis Ini Ternyata Bisa Disulap Jadi Paving Block! Intip Pembuatannya

inNalar.com – Sampah merupakan sisa atau hasil dari kegiatan manusia sehari-hari yang tidak bisa lagi dimanfaatkan.

Secara karakteristik, sampah anorganik biasanya susah terurai bahkan bisa sampai 100 tahun tidak terurai.

Biasanya sampah anorganik seperti plastik, kaleng, aluminum, bungkus makanan, tekstil dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Provinsi Ini Punya Kota dan Kabupaten Terbanyak di Indonesia, Terbagi 4 Badan Koordinasi Wilayah, Bisa Tebak?

Sampah plastik tersebut tidak akan terurai oleh bantuan alam jadi harus diolah kembali oleh manusia menggunakan mesin.

Salah satu olahan sampah plastik yang tidak terurai bisa menjadi Sumber penghasilan yaitu Paving Block.

Paving block merupakan salah satu bahan bangunan yang biasanya digunakan untuk menutupi permukaan tanah.

Baca Juga: Usai Ditinggal AS, Proyek Rp30 Triliun Gasifikasi Batu Bara di Sumatera Selatan Ini Mulai Dilirik China

Pembuatan paving block dari plastik merupakan salah satu alternatif pengolahan sampah plastik dalam jangka waktu yang lama.

Dilansir dari YouTube Edutainment Trans7, paving block yang terbuat dari sampah plastik biasa dicampur dengan sampah multilayer seperti sampah plastik, kemasan sachet dan lain-lain.

Paving block yang berbahan campuran sampah plastik diklaim kuat, awet, dan tidak mudah berlumut.

Baca Juga: Punya 8 Lantai, RS Untan di Pontianak Habiskan Anggaran Ratusan Miliar, tapi Mangkrak sampai Miring?

Sampah-sampah plastik akan dikumpulkan lalu dihancurkan, dimasukkan ke mesin kemudian dicampur dengan semen dan pasir.

Setelah tercampur masukkan ke mesin cetak sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan.

Setelah proses cetak didiamkan sampai mengering lalu rendam dalam air, kemudian dijemur sampai kering.

Jika dalam sehari menghasilkan 100 m², maka sebanyak 88 ribu sampah plastik, lebih bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan.

Agar paving block kuat tidak mudah retak dan pecah maka dibuat dengan 2 lapisan.

Lapisan pertama dibuat tanpa bahan campuran plastik jadi lebih kuat, sedangkan lapisan kedua menggunakan 3/4 campuran sampah plastik.

Melalui adanya pemanfaatan sampah plastik jadi barang-barang yang berguna bisa mengurangi jumlah sampah plastik yang susah terurai. ***

Rekomendasi