Terkatung-Katung 8 Tahun, Bendungan Senilai Rp3,8 Triliun di Sumatera Selatan Ini Seret Progres Usai Gagal Gaet Investor Jepang, Penyebabnya…

inNalar.com – Bendungan pertama di Sumatera Selatan (Sumsel) ini namanya adalah Bendungan Tiga Dihaji.

Pembangunannya kembali dipacu untuk selesai tahun 2024 usai belum kunjung memperlihatkan hasil sejak tahun 2015.

Balada macetnya pembangunan ini sebenarnya bermula ketika investor Jepang awalnya tertarik untuk mendanai calon bendungan pertama tanpa APBN di Ogan Komering Ulu (Oku) Selatan ini.

Baca Juga: Telan Biaya Rp27 Triliun! Jambi Akhirnya Punya Jalan Tol Pertama Sepanjang 169 Km, Hubungkan Provinsi…

Sempat memikat hati investor asing ini tetapi setelahnya harapan realisasinya langsung lenyap.

Ternyata penyebabnya adalah potensi kapasitas listrik yang dihasilkan waduk ini dinilai terlalu kecil.

Sebagai informasi, Bendungan Tiga Dihaji ini memiliki potensi kapasitas listrik yang dihasilkan sebesar 22 Megawatt (MW).

Baca Juga: Ongkos Proyek Capai Rp37,61 Triliun, Jalan Tol Penghubung Bengkulu – Sumatera Selatan Ini Dinilai Tak Untungkan Investor, Tetap Dilanjutkan?

Rupanya kapasitas tersebut, menurut pihak investor, belum mampu memberikan pengembalian investasi yang cukup menjanjikan.

Artinya investasi proyek infrastruktur ini dinilai kurang menguntungkan secara finansial, itulah penyebab hilang minatnya investor dari negeri sakura itu.

Melansir dari Kementerian PUPR, Menteri Basuki Hadimuljono mengungkap detailnya lebih lanjut.

Baca Juga: Cuan 450 Juta USD Melayang, Proyek Smelter Bauksit di Mempawah Kalimantan Barat Ini Sempat Molor Gegara Kontraktor Berselisih, Begini Kelanjutannya

Jadi menurut penghitungan pihak investor asing ini, untuk bisa tembus investasi waduk, perlu ada potensi kapasitas listrik yang dihasilkan dari infrastruktur ini dalam kisaran 60 – 75 MW.

Kendati demikian, pemerintah agaknya tetap berupaya untuk melanjutkan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan, Sumbagsel.

Akhirnya pemerintah pusat memutuskan untuk tetap melanjutkan proyek ini dengan menggunakan pendanaan dari APBN.

Baca Juga: Tak Hanya Bruno Guimaraes, PSG Pakai Cara Licik Gaet Target Prioritas Barcelona di Bursa Transfer Januari 2024

Lelang proyek pun akhirnya dilaksanakan pada tahun 2018. Pemerintah tetap setia melanjutkan waduk ini lantaran ada banyak manfaat yang besar bagi perekonomian daerahnya.

Penting untuk diketahui, bendungan ini disebut bakal makan biaya hingga Rp3,8 triliun.

Titik pembangunannya berada di Desa Sukabumi, Kecamata Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan.

Baca Juga: Media Vietnam Soroti Kritikan Pedas untuk Shin Tae-yong Soal Kekurangan Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2023

Pembangunannya diserahkan kepada PT Hutama Karya (Persero) dan target rampungnya ditarget setidaknya selesai pada tahun 2025.

Demi kelancaran progres proyek ini, pihak Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII kompak lakukan perjanjian khusus pada Jumat, 3 November 2023.

Perjanjian yang dimaksud itu adalah kesepakatan pinjam pakai jalan dan jembatan untuk digunakan sebagai akses menuju lokasi pembangunan.

Baca Juga: Liverpool Kelewat Tega, ‘Si Anak Hilang’ Bakal Diusir dari Anfield di Bursa Transfer Januari meski Baru Saja Pulang

Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengairan daerah pertanian setidaknya hingga 25.000 hektare lahan baru.

Ditargetkan daya listrik yang mampu dihasilkan nantinya untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pun sebesar 40 MW.***

Rekomendasi