Terjemah Expository Text 2, Bahasa Inggris Kelas 10 Kurikulum Merdeka Chapter 5 Hlm. 110-112: Graffiti is Always Vandalism

inNalar.com – Apakah kamu siswa kelas 10 SMA yang sedang mempelajari Bahasa Inggris Kurikulum Merdeka tentang Expository Text di Chapter 5?

Kalau iya, artikel ini pas banget untuk dipelajari. Pasalnya, akan ada terjemah dan penjelasan mengenai kosa kata sulit dari teks berjudul ‘Graffiti is Always Vandalism’.

Bacaan tersebut merupakan expository text yang kedua, setelah ‘Why Should Graffiti be Considered Art?’

Kedua teks ini perlu siswa pahami terlebih dahulu untuk bisa menjawab sederetan soal yang ada di Chapter 5 Task 3.

Baca Juga: Terjemah Expository Text 1, Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka Chapter 5 Task 3: Why Should Graffiti be Considered Art?

Tanpa berlama, yuk kita telusuri alih bahasa Inggris – Indonesia pada teks ekspositori yang ada di buku paket Bahasa Inggris halaman 110-112!

Terjemah Expository Text 2

Graffiti is Always Vandalism
Graffiti Selalu Vandalisme

Paragraf 1

Anyone who glorifies graffiti needs to answer one question: If your home were tagged during the night without your consent, would you welcome the new addition to your decor or would you immediately call a painter, if not the police?

Baca Juga: 7 Kampus Swasta di Purwokerto dengan Akreditasi Terbaik, Universitas Muhammadiyah dan NU Masuk

Siapa pun yang memuliakan graffiti perlu menjawab satu pertanyaan berikut: Jika rumahmu dicorat-coret pada malam hari tanpa sepengetahuan atau seizinmu, apakah kamu akan menyambut tambahan dekorasi baru itu atau segera memanggil seorang Pelukis, selain polisi?

Kosakata sulit:

1. Glorifies artinya memuliakan

2. Tagged artinya dicorat-coret

3. Decor artinya dekorasi

Paragraf 2

First of all, graffiti is something that one celebrates, if one is juvenile enough to do so, when it shows up on someone else’s property but never on one’s own.

No institution that has celebrated graffiti in recent years — like the Museum of Contemporary Art in Los Angeles or the Museum of the City of New York — would allow its own premises to be defaced for even one minute.

Baca Juga: Write the Name of the Picture, Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka Chapter 5 Graffiti Task 1 Hlm. 106-107

Pertama-tama, grafiti adalah sesuatu yang dirayakan, jika seseorang cukup kekanak-kanakan untuk melakukannya, kemudian muncullah coretan tersebut di properti orang lain tetapi tidak pernah di properti sendiri.

Tidak ada lembaga yang merayakan grafiti dalam beberapa tahun terakhir — seperti Museum Seni Kontemporer di Los Angeles atau Museum Kota New York — yang akan membiarkan premisnya dihancurkan bahkan untuk satu menit sekali pun.

Kosakata sulit:

1. Juvenile artinya kekanak-kanakan

2. Premises artinya premis 

3. Defaced = dihancurkan

Baca Juga: Kalimat Perintah, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Hlm. 134-135

Paragraf 3

Next, the question “When does graffiti become art?” is meaningless. graffiti is always vandalism.

By definition, it is committed without permission on another person’s property, in an adolescent display of entitlement.

Whether particular viewers find any given piece of graffiti artistically compelling is irrelevant. graffiti’s most salient characteristic is that it is a crime.

Selanjutnya, pertanyaan “Kapan grafiti menjadi seni?” sebenarnya itu tidak berarti. Grafiti selalu menjadi vandalisme.

Berdasarkan definisi, itu dilakukan tanpa izin di properti orang lain, dalam tampilan remaja yang menunjukkan rasa memiliki.

Apakah penonton tertentu menganggap karya grafiti tertentu menarik secara artistik adalah tidak relevan. Karakteristik grafiti yang paling menonjol adalah bahwa itu adalah kejahatan.

Baca Juga: Menulis Angka dan Bilangan, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Hlm. 131-134

Kosakata sulit:

1. meaningless artinya tidak berarti

2. compelling artinya menarik

3. salient artinya menonjol

Baca Juga: Huruf Kapital Teks ‘Museum Ambarawa’, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Hlm. 128-130 Kurikulum Merdeka

Paragraf 4

Furthermore, John Lindsay, the progressive New York politician who served as mayor from 1966 to 1973, declared war on graffiti in 1972.

He understood that graffiti signaled that informal social controls and law enforcement had broken down in New York’s public spaces, making them vulnerable to even greater levels of disorder and law­breaking.

A 2008 study from the Netherlands has shown that physical disorder and vandalism have a contagious effect, confirming the “broken windows theory.”

Baca Juga: Masih Ngontrak, Sekolah SMA Negeri di Jawa Barat Ini Tak Punya Gedung, Setiap Tahun Bayar Sewa Rp350 Juta

Lebih lanjut, John Lindsay, seorang politisi progresif New York yang menjabat sebagai walikota dari tahun 1966 hingga 1973, mengumumkan perang terhadap grafiti pada tahun 1972.

Dia memahami bahwa grafiti menandakan bahwa kontrol sosial informal dan penegakan hukum telah runtuh di ruang publik New York, menjadikannya rentan terhadap tingkat kekacauan dan pelanggaran hukum yang lebih besar.

Sebuah studi dari Belanda pada tahun 2008 menunjukkan bahwa kekacauan fisik dan vandalisme memiliki efek menular, yang mengonfirmasi “teori jendela pecah.”

Kosakata sulit

Baca Juga: Usai Realisasi Smelter Gresik Freeport, Prabowo Siapkan Babak Baru Hilirisasi Emas di Indonesia

1. declared war on artinya mengumumkan perang terhadap

2. signaled artinya menandakan

3. vulnerable artinya rentan

4. contagious artinya menular

5. confirming artinya mengonfirmasi

Baca Juga: 8 Fitur Spesial Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen, Cara Pintar dalam Sekali Klik!

Paragraf 5

In conclusion, there is nothing ‘progressive’ about allowing public amenities to be defaced by graffiti; anyone who can avoid a graffiti bombed park or commercial thoroughfare will do so, since tagging shows that an area is dominated by vandals who may be involved in other crimes as well.

Kesimpulannya, tidak ada yang “progresif” tentang membiarkan fasilitas umum dirusak oleh grafiti; siapa pun yang bisa menghindari taman atau jalan komersial yang dihiasi grafiti akan melakukannya, karena corat-coret menunjukkan bahwa suatu daerah didominasi oleh para perusak yang mungkin terlibat dalam kejahatan lain juga.

Kosakata sulit

1. Amenities artinya fasilitas

2. Thoroughfare artinya jalan raya

3. bombing artinya dihiasi.***