
inNalar.com – Artikel kunci jawaban Bahasa Inggris Kurikulum Merdeka kelas 10 SMA kali ini akan sedikit berbeda.
Pasalnya, kita akan bersama mengeksplorasi terjemah salah satu teks yang ada di Chapter 5 halaman 109-110.
Pada Chapter 5 kita diminta untuk membaca sebuah Expository Text 1 yang berjudul ‘Why Should Graffiti be Considered Art?’.
Mendalami teks terjemahan ke bahasa Indonesia tetap penting bagi setiap siswa. Hal ini dilakukan agar murid mampu menangkap konteks pembelajaran.
Proses alih bahasa ini akan diungkap dari teks berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Expository Text 1 berikut terdiri dari 5 paragraf.
Setiap paragrafnya akan diberikan vocabularies untuk siswa kelas 10 SMA pelajari dengan saksama.
Tanpa berpanjang lebar, yuk simak terjemah Expository Text 1 dalam artikel kunci jawaban Bahasa Inggris Kurikulum Merdeka berikut!
Terjemah Expository Text 1 yang berjudul ‘Why Should Graffiti be Considered Art?’.
Baca Juga: Kalimat Perintah, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Hlm. 134-135
Why Should Graffiti be Considered Art?
Terjemah: Mengapa Graffiti Harus Dianggap (sebagai) Seni?
Paragraf 1
In this article, I will explain why Graffiti is art, and I will explain how Graffiti is essential in our culture. There are some reasons why Graffiti shows us the potential that life has to offer.
Pada artikel ini, saya akan menjelaskan mengapa graffiti merupakan seni dan saya pun akan menjelaskan bagaimana graffiti cukup penting dalam budaya kita. Terdapat beberapa alasan mengapa graffiti menunjukkan potensi yang kehidupan berikan.
Paragraf 2
First, graffiti enables the public to see something they may have never seen before. It connects them to the artist, and the artist gets to know that their work is loved and affects those who see it.
Pertama, graffiti memungkinkan masyarakat umum untuk melihat sesuatu yang mungkin belum pernah terlihat sebelumnya. Graffiti menghubungkan mereka dengan seniman dan seniman mengetahui bahwa karya mereka dicintai serta memengaruhi orang-orang yang melihatnya.
They can take a simple old building or any piece of art on the side of a building and turn it into a masterpiece by putting their mark on it.
Baca Juga: Menulis Angka dan Bilangan, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Hlm. 131-134
Mereka dapat mengubah sebuah bangunan tua atau karya seni di salah satu sisi bangunan nya menjadi sebuah mahakarya dengan memberi tanda di dalamnya.
The artists who paint graffiti have made this art form what it is today. Graffiti artists can change the meaning of what they are drawing to the public.
Seniman yang melukis graffiti telah menjadikan bentuk seni ini sebagaimana yang ada saat ini. Seniman graffiti dapat mengubah makna gambar mereka kepada publik.
Paragraf 3
Second, graffiti has the power to affect people positively. The people who create it are expressing themselves.
Kedua, graffiti memiliki kekuatan untuk memengaruhi orang secara positif. Orang-orang yang membuatnya sebenarnya mereka sedang mengekspresikan diri mereka sendiri.
They are expressing their artistic abilities and their voices through a canvas. Their voices are the voices of our future.
Mereka sedang mengekspresikan kemampuan artistik dan suara mereka melalui kanvas. Suara mereka adalah suara masa depan kita.
You can tell the quality of a person’s painting by the audience that they are drawing. People will stand and watch you paint for hours.
Kamu dapat menilai kualitas lukisan seseorang dari audiens yang mereka gambar. Banyak orang akan berdiri dan menontonmu melukis selama berjam-jam.
Many times, they will stand and look, never once moving from their spots. People will then tell you how much they like it and share their thoughts and opinions. The artists are no longer making art for themselves.
Seringkali, mereka berdiri dan melihat dengan terpana (tanpa bergerak) dari tempat mereka. Orang-orang kemudian akan memberi tahumu betapa mereka menyukai karya itu dan berbagi pemikiran serta pendapat mereka. Para seniman tidak lagi membuat seni hanya untuk diri mereka sendiri.
Paragraf 4
The last reason why G=graffiti is an art is because of its uniqueness. Graffiti can be made with many different materials, but its most common form is made by applying paint to a building’s wall.
Alasan terakhir mengapa graffiti adalah seni adalah karena keunikannya. Graffiti dapat dibuat dengan berbagai bahan, tetapi bentuk yang paling umum dibuat dengan cat yang diaplikasikan ke dinding bangunan.
Graffiti is made by someone utterly other than the artist, which means no two pieces are the same.
Graffiti dibuat oleh seseorang yang benar-benar berbeda dari seniman lain, yang berarti tidak ada dua karya yang sama.
Baca Juga: Usai Realisasi Smelter Gresik Freeport, Prabowo Siapkan Babak Baru Hilirisasi Emas di Indonesia
Graffiti is a form of expression because it gives the reader or viewer the chance to see something different from their everyday life.
Graffiti adalah bentuk ekspresi karena memberikan kesempatan bagi pembaca atau pemirsa untuk melihat sesuatu yang berbeda dari kehidupan sehari-hari mereka.
Graffiti art is not meant to be understood by everyone, but everyone is meant to be appreciated.
Seni graffiti tidak dimaksudkan untuk dipahami oleh semua orang, tetapi dimaksudkan untuk dihargai oleh semua orang.
Paragraf 5
Thus, as part of the existing society, every person must strive to educate themselves of the origins of Graffiti and how it has evolved to this very day.
Oleh karena itu, sebagai bagian dari masyarakat yang ada, setiap orang harus berusaha untuk mendidik diri mereka tentang asal-usul graffiti dan bagaimana graffiti telah berkembang hingga hari ini.
A stock of knowledge doesn’t hurt; instead, it is a door that leads to understanding and more positivity.
Sekumpulan pengetahuan tidaklah merugikan. Sebaliknya, ini adalah pintu menuju pemahaman dan lebih banyak hal positif lainnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi